Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Tukar Uang Baru Lebaran di Kudus, Ternyata Pecahan Ini Paling Banyak Diminati


Warga menukar uang baru di kantor BRI Kudus, Rabu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – BRI Kudus menyimpulkan  selama masa penukaran uang baru jelang Lebaran ini,  ternyata uang pecahan Rp 10 ribu baru paling diminati warga. Hal ini tampak dari yang terjadi selama masa penukaran uang baru Lebaran.

Manajer operasional BRI Kudus Subkhan Efendi, mengatakan,kecenderungan warga menukar uang baru pecahan Rp 10 ribu baru sangat tinggi. “Penukaran uang baru yang sudah mulai ramai semenjak pekan lalu, paling banyak ditukarkan adalah pecahan Rp 10 ribu baru,” kata Subkhan.

Subkhan mengungkapkan uang pecahan baru masih jarang dijumpai. Hal itu karena BI mendistribusikan pecahan anyar dalam sistem bertahap. “Kami sudah menerima pecahan uang baru dari  BI. Jumlahnya 50 persen uang pecahan baru, 50 persen lainnya pecahan lama,”  imbuhnya.

Tiap pecahan memiliki nomor seri yang berbeda-beda. Dimungkinkan, BI sebelumnya sudah memiliki stok uang dengan cetakan yang lama. Sehingga, sambil mendistribusikan uang yang cetakan dan modelnya baru, uang pecahan lama juga didistribusikan.

Diperkirakan, penukaran uang baru Lebaran di BRI Kudus semakin ramai hingga akhir pekan ini. Sebab, sebagian perusahaan telah memberikan uang Tunjangan Hari Raya (THR) kepada karyawan.

Siti Herlani, salah seorang warga yang menukar uang baru di BRI mengaku lebih banyak menukar uang pecahan Rp 10 ribu yang baru. Sisanya, dia menukar uang baru pecahan Rp 5 ribu, dan Rp 20 ribu. “Uang ini untuk kebutuhan Lebaran nanti. Biasanya akan dibagikan kepada sanak saudara. Ini sudah tiap tahun,” ucapnya.

Indah, warga kota, mengungkapkan penasaran akan uang baru. Karena, dia menginginkan mendapatkan uang baru rupiah tersebut. Sayangnya, sejumlah ATM yang didatanginya masih muncul pecahan yang lama.

Editor : Akrom Hazami

Comments
Loading...