Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Teliti dan Hati-hati Jika Beli Penganan, di Sejumlah Pasar di Jepara Ditemukan Kerupuk Berboraks

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Jepara – Ingin membeli kerupuk, mie basah atau gendar di pasar? harap teliti dan hati-hati. Lantaran, dari inspeksi yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Jepara, beberapa penganan tersebut terindikasi mengandung bahan boraks, perwarna tekstil maupun formalin.

Pengambilan sampel dilakukan sebelum puasa, di sejumlah pasar tradisional yang ada di Jepara. Dari 48 contoh penganan yang diambil, sebanyak 23 sampel positif mengandung bahan-bahan kimia berbahaya. 

Kepala DKK Jepara Dwi Susilowati melalui Kasi Kesehatan Lingkungan Hadi Sarwoko mengungkapkan hal itu saat ditemui di ruangannya, Senin (12/6/2017). Menurutnya, hasil tersebut akan segera dilaporkan kepada bupati dan jajaran Forkopimda untuk dilakukan tindakan selanjutnya.

“Sebelum puasa, kami bersama tim yang dikoordinir oleh Bagian Perekonomian melakukan inspeksi di sejumlah pasar. Dari kegiatan itu dilakukan pengambilan sampel penganan yang diduga mengandung bahan berbahaya. Hasilnya baru keluar sekarang 23 sampel positif mengandung bahan kimia berbahaya,” katanya. 

Ia menguraikan, inspeksi dilakukan di pasar tradisional seperti Mayong, Welahan, Kedung, Mindahan, Bangsri, Mlonggo, Donorojo, Tahunan dan Kalinyamatan. Pengambilan sampel tersebut telah diuji secara valid melalui tes laboratorium. 

Hadi mengungkapkan, ada temuan mie kuning dan kerupuk berboraks di Pasar Welahan. Selain itu di pasar ditemukan bleng yang mengandung boraks. Di Pasar Mindahan ditemukan kerupuk dan rengginan mengandung rhodamin-B. 

Di Pasar Bangsri ditemukan bleng serta kerupuk yang mengandung rodamin B maupun yang mengandung boraks. Di tetangga Pasar Bangsri, yakni Pasar Mlonggo, ditemukan gendar mengandung boraks dan kerupuk mengandung rodamin B. Kerupuk mengandung rodamin B juga terdapat di Pasar Tanggulasih Donorojo.

Sementara itu, di Pasar Tahunan ditemukan kerupuk puli dan makanan lopis yang positif mengandung boraks. Teri dan cumi segar yang dijual di sana juga positif formalin. Sementara di Pasar Kalinyamatan ditemukan cendol merah mengandung rodamin B.

“Jikalau menemukan kerupuk berwarna cerah harap hati-hati. Kerupuk tersebut kalau mengandung pewarna jika disorot menggunakan senter atau lampu ultraviolet akan berpendar. Sementara itu, bleng bukanlah bahan makanan. sudah ada penggantinya di toko kue yang namanya STPP atau sodium tripolyphospate, banyak dijual di toko kue,” ujarnya. 

Dirinya menambahkan, jika dikonsumsi dalam jumlah besar dan jangka waktu panjang bisa menimbulkan berbagai penyakit degeneratif. Seperti kanker ataupun gagal ginjal. Oleh karenanya, ia meminta masyarakat untuk lebih teliti dan hati-hati dalam memilih bahan makanan. 

Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya kedepan akan meningkatkan pembinaan kepada para penjual. Hal itu akan dilakukan oleh pihak dari puskesmas. Di samping itu, ia menyatakan, bahwa kebanyakan bahan makanan yang terindikasi bahan kimia berasal dari setoran, bukan murini dibuat oleh pedagang. 

Editor : Kholistiono

Comments
Loading...