Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Perampok Juragan Emas di Penganten Grobogan Tertangkap

Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Swasana (kanan) membawa pelaku perampokan yang berhasil ditangkap ke Mapolres Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Kasus perampokan yang dilakukan di rumah Sugiyono, seorang pedagang emas di Dusun Gedangan, Desa Penganten, Kecamatan Klambu berhasil diungkap dengan cepat oleh pihak kepolisian. Hal ini seiring tertangkapnya tiga pelaku perampokan pada Senin (12/6/2017) dini hari. Sementara peristiwa perampokan itu berlangsung Minggu (11/6/2017) malam sekitar pukul 19.15 WIB.

Informasi yang didapat menyebutkan, ketiga pelaku adalah residivis dan warga Wonosalam, Kabupaten Demak. Masing-masing, Maryoko, Rudi, dan Tikno. Penangkapan itu, kabarnya bermula dari adanya informasi mengenai plat nomor mobil yang dipakai saat melakukan aksi.

“Tiga pelaku sudah berhasil kita amankan di daerah Demak beserta sejumlah barang bukti dan hasil kejahatan. Kami masih akan mengembangkan kasus ini,” ungkap Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Swasana pada wartawan.

Dijelaskan, pelaku diduga telah mengintai situasi rumah korban sejak Magrib. Saat penghuni meninggalkan rumah untuk tarawih, pelaku mencongkel pintu dan mencari barang berharga.

Swasana menyatakan, dari keterangan pelaku, kejadian tersebut murni pencurian. Namun menurut korban, yakni Sriwati (42), kejadian itu diawali penyekapakan.

“Masih kami dalami kasusnya. Sementara ini, pelaku utamanya tiga orang. Kami juga masih mencari orang yang menyuplai informasi kepada pelaku. Kami ucapkan terima kasih kepada masyarakat dan anggota yang bekerja dengan cepat,” imbuhnya.

Seperti diberitakan, aksi perampokan terjadi di Dusun Gedangan, Desa Penganten, Kecamatan Klambu, Minggu (11/6/2017). Perampok meyatroni rumah Sugiyono (51), seorang pedagang emas sekitar pukul 19.15 WIB.

Dalam aksinya, kawanan perampok berhasil menggasak beragam perhiasan emas sebanyak 2 kilogram. Selain itu, uang tunai Rp 20 juta dan surat berharga milik korban juga dibawa kabur. Rumah yang jadi sasaran perampok lokasinya berada di pinggir jalan raya Purwodadi-Kudus. Saat kejadian, suasana sedang sepi karena sebagian warga sedang menunaikan shalat tarawih.

Sugiyono dan kedua anaknya juga sedang berada di masjid. Sementara di rumah hanya ada Sriwati (42), istri Sugiyono.

Saat kejadian, Sriwati sedang tiduran di dalam kamar sambil menyaksikan televisi. Saat asyik nonton televisi, Sriwati sempat mendengar suara pintu depan dibuka orang.

Kemudian, dia bergegas keluar kamar untuk mengecek siapa orang yang datang. Ketika baru sampai di luar kamar, mendadak sudah ada tiga orang pria yang ada di depannya.

Selanjutnya, dua orang di antaranya langsung memegangi tangannya dan memintanya agar tidak berteriak. Satu orang lagi sempat mengalungkan celurit di lehernya dan kemudian menutup mukanya dengan mukena yang dipasang terbalik.

Salah seorang perampok kemudian masuk dalam kamar dan mengobrak-abrik beberapa lemari untuk mencari barang berharga. Setelah menemukan perhiasan, uang tunai dan surat berharga, perampok itu melepaskan Sriwati dan pergi keluar rumah.

Setelah penjahat keluar, Sriwati segera membuka mukena dan sempat melihat salah satu pelaku masuk dalam mobil sejenis Avanza warna hitam. Tidak lama kemudian, mobil itu kabur ke arah barat barat (Kudus).

Setelah itu, Sriwati berteriak minta tolong warga. Teriakan ini membuat jamaah tarawih berhamburan ke rumah korban.

Selain berdatangan ke lokasi, sebagian jamaah sempat melakukan pengejaran ke arah Kudus. Namun, jejak mobil perampok tidak berhasil ditemukan. Selanjutnya, warga melaporkan kasus tersebut pada pihak kepolisian.

Editor : Akrom Hazami

 

Comments
Loading...