Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

TNI AD dan Polisi Hutan Bersihkan Sampah di Kawasan Wisata Kayen

Anggota TNI AD, polisi hutan, pedagang dan Duta Wisata Pati berfoto bersama, seusai menggelar aksi bersih sampah di kawasan wisata Bukit Pandang, Durensawit, Kayen, Pati, Jumat (9/6/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Belasan anggota TNI AD dari Kodim 0718/Pati dan polisi kehutanan (polhut) menggelar aksi bersih-bersih sampah di kawasan objek wisata Bukit Pandang Ki Santamulya, Desa Durensawit, Kayen, Pati, Jumat (9/6/2017).

Aksi mereka dibantu sejumlah ibu-ibu pedagang yang berjualan di kawasan wisata tersebut. Sampah organik dan anorganik yang menumpuk dibersihkan, kemudian dibakar di tempat.

Danramil Kayen Kapten Kav Koko Sarjono mengatakan, kegiatan bersih sampah di kawasan wisata bukan sekadar aksi seremonial belaka. Namun, pihaknya sudah memberikan pemahaman kepada puluhan pedagang yang berjualan di kawasan wisata untuk menjaga kebersihan di warung masing-masing.

Selain itu, pengelola diminta aktif mengingatkan pengunjung untuk membuang sampah pada tempatnya melalui teguran maupun papan atau spanduk. Sebab, sebagian besar pengunjung masih belum memiliki kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya.

“Menjelang Lebaran, banyak perantauan yang mudik dan diprediksi akan membanjiri sejumlah objek wisata di Kayen, seperti Bukit Pandang, Gua Pancur, hingga Lorotan Semar. Karena itu, kawasan wisata harus bebas dari sampah,” kata Kapten Kav Koko.

Sementara itu, Duta Wisata Kabupaten Pati 2016 Tia Sisca Herawati yang hadir dalam kegiatan tersebut mengaku simpatik dengan aksi anggota TNI AD dan polisi hutan. Mereka tidak hanya memungut sampah, tetapi mengedukasi sejumlah pedagang dan pengunjung yang tengah berwisata.

“Keberadaan bukit pandang ini, seolah kosmik telah mengumpulkan energi untuk menggerakkan orang-orang yang peduli pada dunia wisata tanpa ada yang meminta. Mereka datang untuk membantu, mulai bersih-bersih sampah, tanam pohon, hingga penelitian tentang pengembangan potensi wisata,” tuturnya.

Sebagai duta wisata, dia meminta kepada travelers untuk membuang sampah pada tempatnya. Sebab, kawasan Bukit Pandang sudah dibekali tempat sampah khusus sampah organik, anorganik, serta sampah bahan berbahaya dan beracun (B3).

Sesekali, dia masih menjumpai botol plastik yang dibuang di lereng perbukitan. Selain merepotkan pengelola, buang sampah sembarangan disebut membahayakan lingkungan bila posisinya tidak dapat dijangkau dalam setiap aksi bersih sampah.

Editor : Kholistiono

Comments
Loading...