Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Operasi Pasar Dinilai Belum Perlu

Salah seorang pedagang di pasar Jepara. Saat ini, operasi pasar di Jepara dinilai belum perlu dilakukan. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Meskipun harga sejumlah komoditas di Jepara masih tinggi, namun giat operasi pasar belum akan dilakukan. Hal itu karena ketersediaan bahan yang masih mencukupi.

“Harga bawang putih saat ini masih terbilang tinggi yakni Rp 55 ribu, belum sesuai anjuran dari Kemendag yaitu Rp 35 ribu. Namun demikian, belum ada rekomendasi operasi pasar karena ketersediaannya masih cukup,” kata Kabid Perdagangan Slamet Riyanto, Senin (5/6/2017). 

Ia mengatakan, giat operasi pasar akan dilakukan jika kondisi harga tinggi dan ketersediaan bahan pokok yang tak mencukupi kebutuhan warga. Selain itu, selisih harga antar kabupaten dan pasar terbilang tinggi.

Namun berdasarkan pantauannya, saat ini untuk harga kebutuhan pokok warga lain merata. Tingginya harga bawang putih juga dialami oleh kabupaten lain di luar Jepara. 

Dari pantauan yang dilakukan bidang perdagangan, per 2 Juni 2017 di pasar tradisional Bangsri, Jepara II dan Pecangaan harga kebutuhan masyarakat tidak mengalami perbedaan harga yang signifikan. 

Seperti harga beras (IR 46 Premium) yang berkisar di harga Rp 11.000, gula pasir putih (medium) Rp 12.500, minyak dalam kemasan Rp 14.000 per kilogram. Sementara harga daging sapi kualitas 1 berada dalam kisaran Rp 110 ribu-115 ribu. Adapun telur ayam negeri dihargai Rp 21.000 dan telur ayam kampng Rp 52.500 untuk setiap satu kilogram.

Untuk bumbu dapur, bawang putih masih berada di harga tertinggi yakni Rp 55 ribu/kilo, dibanding komoditas lainnya. Sementara bawang merah berharga Rp 30 ribu per kilogram, serupa dengan harga rawit hijau. Cabe rawit merah di sejumlah pasar tersebut berada di kisaran Rp 45 ribu per kilogram. 

Meskipun dinilai stabil, pihak Disperindag Jepara akan terus melakukan pantauan. Hal itu terutama dilakukan pada pertengahan dan akhir bulan puasa.

“Kita lihat nanti, pada menjelang Lebaran. Kalau ada peristiwa yang meresahkan masyarakat, kita akan melakukan operasi pasar,” tutup Slamet.

Editor : Kholistiono

Comments
Loading...