Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pemkab Grobogan Minta Bantuan Palang Pintu Perlintasan Sebidang pada Kementerian

Warga berjalan di perlintasan di Desa Katong, Kecamatan Toroh, Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Selain memasang rambu peringatan, Pemkab Grobogan juga mengajukan bantuan pembuatan palang pintu perlintasan sebidang kereta pada pihak Kementrian Perhubungan. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Grobogan Agung Sutanto pada wartawan, Rabu (7/6/2017).

Menurut Agung, bantuan pembuatan palang pintu diajukan untuk 11 titik. Permintaan bantuan disebabkan belum adanya biaya dari dinasnya untuk membangun palang pintu.

“Surat permohonan bantuan ditandatangani bupati dan sudah kita kirimkan akhir Mei lalu. Totalnya permohonan bantuan ada 11 titik perlintasan sebidang yang tersebar di beberapa kecamatan,” jelasnya.

Dijelaskan, kesebelas titik perlintasan itu dinilai memang butuh palang pintu. Sebab, lokasinya selama ini cukup ramai arus lalu lintas. Baik kendaraan roda empat maupun roda dua.

Salah satunya adalah perlintasan di Desa Katong, Kecamatan Toroh. Di lokasi ini, sempat terjadi kasus kecelakaan mengerikan, Sabtu (20/5/2017) lalu.

Sebuah mobil Avanza yang hendak menyeberangi rel tertabrak kereta api Argo Bromo dari arah timur hingga akhirnye terseret dan terbakar di Stasiun Sedadi, Kecamatan Penawangan. Dalam peristiwa ini, empat penumpang Avanza tewas.

“Untuk perlintasan di Desa Katong kita beri rambu kejut dan spanduk peringatan,” jelas Agung.

Agung menyatakan, sejauh ini masih ada banyak perlintasan kereta yang tidak berpintu dan ada penjaganya. Dari pendataan yang dilakukan, jumlah perlintasan  keseluruhan

ada 139 titik. Perlintasan ini terbentang dari arah barat ke timur. Mulai Kecamatan Tegowanu, Tanggungharjo, Kedungjati, Gubug, Godong, Karangrayung, Penawangan, Purwodadi, Toroh, Pulokulon, Geyer, Kradenan, dan Gabus.

Dari 138 titik ini, baru 13 titik perlintasan yang dilengkapi pintu atau dijaga petugas. Sementara titik perlintasan lainnya belum ada pintu maupun penjaganya. Beberapa perlintasan  yang arus lalu lintasnya cukup ramai biasanya ada penjaga swadaya. 

 

Editor : Akrom Hazami

 

Comments
Loading...