Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Kembali Mangkir di Sidang Dugaan Kekerasan Terhadap Wartawan, Saksi Bakal Dijemput Paksa

Situasi sidang kasus kekerasan terhadap wartawan yang kembali ditunda karena saksi mangkir dalam persidangan. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Sidang lanjutan kasus dugaan kekerasan terhadap wartawan oleh pekerja PLTU PJB Sluke Suryono di Pengadilan Negeri Rembang pada Selasa (6/6/2017) kemarin, kembali ditunda.

Penundaan tersebut, dikarenakan tiga saksi yang dijadwalkan hadir pada persidangan siang itu kembali mangkir. Ketiga saksi tersebut berasal dari kalangan wartawan yaitu, Wisnu Aji wartawan dari Radar Kudus biro Rembang, Heru Budi Santoso wartawan Radio CBFM, dan Dicky alias Muntoyo dari Radio Pop.

Terkait hal tersebut, Majelis Hakim memerintahkan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) agar menjemput paksa saksi-saksi yang mangkir dari tiga kali persidangan secara sengaja karena upaya tersebut diatur oleh ketentuan.

Ketua Majelis Hakim Antyo Harri Susetyo menyatakan, pihaknya akan segera melayangkan surat perintah terkait penjemputan oleh ketiga saksi tersebut, meskipun kuasa hukum terdakwa sempat beranggapan upaya jemput paksa itu belum pada saatnya, tetapi tanpa disertai alasan.

“Sidang akan dilanjutkan kembali pada Selasa (13/6/2017) depan. Untuk saksi ini, sebenarnya sudah tiga kali ini diundang, tapi mangkir lagi. Kami akan perintahkan jaksa untuk menjemput saksi,” ujarnya.

Katanya, saksi yang tidak bisa hadir dan yang tidak berkenan hadir akan mendapatkan perlakuan berbeda.“Yang nggak mau hadir ya akan dijemput paksa oleh JPU. Teknisnya tergantung dari JPU, kalau perlu bantuan dari aparat kepolisian ya silakan. Tinggal JPU maunya bagaimana,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua PWI Rembang, Djamal A. Garhan mengutarakan, bahwa pihaknya menempuh jalur hukum semata-mata demi memperjuangkan kelancaran tugas wartawan secara keseluruhan, agar tidak menjadi sasaran kekerasan ketika meliput.

“Mengingat tugas wartawan dilindungi Undang – Undang Pers, apalagi kala itu, Wisnu Aji, Heru Budi Santoso maupun Dicky Prasetya alias Muntoyo turut menjadi korban intimidasi oleh massa. Bahkan HP milik Wisnu Aji dirampas, kemudian dihapus file-file fotonya. Kalau belakangan mereka mangkir, saya menganggap sangat memprihatinkan,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

 

Comments
Loading...