Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Cegah Kecelakaan, Perlintasan Maut Tanpa Palang di Katong Grobogan Dilengkapi Garis Kejut

Perlintasan tanpa palang di Desa Katong, Kecamatan Toroh, Grobogan, yang jadi tempat kecelakaan, Sabtu (20/5/2017) lalu dilengkapi garis kejut. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Perhatian terhadap keberadaan perlintasan kereta api tanpa palang ditingkatkan menjelang Lebaran. Indikasinya, di sejumlah perlintasan tanpa palang yang ada di Grobogan mulai dilengkapi dengan garis kejut untuk mencegah terjadinya kecelakaan.

Salah satunya di perlintasan tanpa palang di Desa Katong, Kecamatan Toroh, Grobogan. Di lokasi ini, sempat terjadi kasus kecelakaan mengerikan, Sabtu (20/5/2017) lalu.

Sebuah mobil Avanza yang hendak menyeberangi rel tertabrak kereta api Argo Bromo dari arah timur hingga akhirnye terseret dan terbakar di Stasiun Sedadi, Kecamatan Penawangan. Dalam peristiwa ini, empat penumpang Avanza tewas.

Kepala Dinas Perhubungan Grobogan Agung Sutanto menyatakan, menyambut Lebaran, pihaknya berkoordinasi dengan Polres Grobogan membuat upaya untuk mencegah kecelakaan di perlintasan kereta tanpa palang. Yakni, dengan membuat garis kejut beberapa meter sebelum masuk perlintasan sebagai tanda bagi pengendara yang akan lewat agar berhati-hati.

“Kita siapkan rambu kejut di perlintasan tanpa palang yang arus lalu lintasnya ramai. Selain itu, spanduk berisi peringatan juga kita pasang di perlintasan,” jelasnya.

Agung menyatakan, sejauh ini masih ada banyak perlintasan kereta yang tidak berpintu dan ada penjaganya. Dari pendataan yang dilakukan, jumlah perlintasan  keseluruhan

ada 128 titik. Perlintasan ini terbentang dari arah barat ke timur. Mulai Kecamatan Tegowanu, Tanggungharjo, Kedungjati, Gubug, Godong, Karangrayung, Penawangan, Purwodadi, Toroh, Pulokulon, Geyer, Kradenan, dan Gabus.

“Dari 128 titik ini, baru 20 an titik perlintasan yang dilengkapi pintu atau dijaga petugas. Sementara titik perlintasan lainnya belum ada pintu maupun penjaganya. Beberapa 

perlintasan  yang arus lalu lintasnya cukup ramai biasanya ada penjaga swadaya. Untuk menekan kecelakaan, salah satu upayanya adalah memasang rambu peringatan di perlintasan,” jelasnya.

Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gedhe Prabawa ketika dimintai tanggapannya menegaskan, perlintasan kereta yang tanpa palang pintu pengaman dan petugas dirasa cukup membahayakan. Sebab, pada umumnya di titik perlintasan tersebut cukup ramai dilewati kendaraan maupun pejalan kaki.

“Idealnya memang harus ada yang menjaga setiap perlintasan kereta serta dipasang rambu peringatan. Untuk keamanan, sebelum melintasi rel sebaiknya tengok kanan kiri dulu untuk memastikan tidak ada kereta yang akan lewat,” ujarnya.

Guna mencegah kecelakaan di perlintasan itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait dan pemerintah desa setempat. Selain itu, penyuluhan agar hati-hati saat melintasi perlintasan tanpa palang pintu juga akan digencarkan.

 

Editor : Akrom Hazami

Comments
Loading...