Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

5 Bulan Tunjangan Sertifikasi Belum Cair, Guru Madrasah di Grobogan Resah

200
Siswa Grobogan tampak mengikuti kegiatan beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sejumlah guru madrasah non-PNS di Grobogan saat ini tengah dilanda keresahan. Sebabnya, dana tunjangan sertifikasi yang menjadi haknya belum cair dalam kurun lima bulan. Terhitung sejak Januari hingga Mei 2017.

Kepala Kantor Kementerian Agama Grobogan Hambali saat ditemui wartawan membenarkan adanya info belum cairnya dana tunjangan sertifikasi untuk guru madrasah non-PNS tersebut. Pihaknya masih terus mengupayakan agar dana tersebut bisa segera dicairkan dan disalurkan pada penerimanya.

“Kita upayakan bisa cair sebelum Lebaran. Posisi anggaran saat ini masih dalam proses menunggu pengesahan. Setelah ada pengesahan, akan ada pencairan dana. Kami meminta para guru bersabar dan tetap mengajar seperti biasa,” tegasnya, Selasa (6/6/2017).

Dijelaskan, berdasarkan data pada tahun 2016, jumlah guru madrasah non-PNS yang tersertifikasi di Grobogan ada 840 orang. Tiap guru tersebut mendapatkan tunjangan sertifikasi sebesar Rp 1,5 juta per bulan. Besarnya dana yang diperlukan untuk membayar seluruh tunjangan sertifikasi guru selama lima bulan tersebut mencapai Rp 6,3 miliar.

Sementara itu, Ketua DPD Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) Grobogan M Sirajuddin berharap agar dana tunjangan sertifikasi itu bisa segera cair. Sebab, belum cairnya dana itu membawa keresahan dan bisa berdampak psikologis bagi guru non-PNS tersebut.

“Kalau dana sertifikasi belum turun berbulan-bulan ini tentunya akan memicu persoalan.

Informasi yang saya terima, saat ini sudah banyak guru terpaksa mencari dana talangan untuk menunjang kebutuhan selama Ramadan dan menjelang Idul Fitri. Dana talangan ini nanti akan dilunasi kalau tunjangannya sudah cair,” jelasnya.

Menurut Didin, pihak sekolah memang mendapat dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari pemerintah. Namun, penggunaan dana BOS tidak dapat dialokasikan untuk guru tersertifikasi tersebut. “Kami harap masalah ini bisa segera dituntaskan. Mudah-mudahan sebelum lebaran bisa cair,” imbuhnya.

 

Editor : Akrom Hazami

Ruangan komen telah ditutup.