Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Warga Sekitar Kawasan Hutan KPH Purwodadi Kembangkan Tanaman Porang

Salah seorang petani sedang memanen porang yang ditanam di kawasan hutan Perhutani KPH Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Perum Perhutani KPH Purwodadi membuka kesempatan bagi warga sekitar kawasan hutan untuk memanfaatkan lahan yang dimiliki guna ditanami berbagai komoditi. Salah satunya adalah mengembangkan tanaman porang atau amorpgophallus onchophyllus. Seperti yang dilakukan puluhan warga Dusun Guwo, Desa Kemadohbatur, Kecamatan Tawangharjo.

“Sebelumnya, bibit porang sudah dikembangkan di kawasan hutan sini. Kemudian, kita kembangkan lagi secara intensif bersama warga. Saat ini, luas areal pengembangan porang sudah sekitar 20 hektare,” ungkap kordinator penanaman porang Sukrisno yang sehari-hari bekerja sebagai Mandor Polisi Hutan RPH Kemadohbatur tersebut.

Menurutnya, ada beberapa alasan kenapa pihaknya membudidayakan tanaman jenis umbi-umbian itu. Antara lain, porang bisa hidup di bawah tanaman keras yang sudah berumur cukup tua. Hal ini berbeda dengan palawija yang hanya bisa ditanam di sela-sela tanaman keras usia muda.

”Selama ini, masih banyak areal di bawah tanaman keras yang belum dimanfaatkan. Daripada dibiarkan, tidak ada jeleknya ditanami porang yang memang bisa tumbuh bagus dengan kondisi seperti itu,” jelasnya.

Selain itu, hasil yang didapat dari budi daya porang dinilai cukup menjanjikan. Dalam satu hektare lahan bisa ditanami porang sebanyak 1.500 batang dengan hasil panen maksimal bisa sebanyak 9 ton. Saat ini, harga jualnya Rp 1.500-1.900 per kg.

Sejauh ini, para petani sudah panen beberapa kali. Hasil panen langsung ditampung pembeli yang berasal dari Kecamatan Geyer.

Staf Perhutani KPH Purwodadi Agus Winarno menambahkan, untuk menanam porang cukup dilakukan sekali saja. Setelah tahun pertama, porang itu akan beranak terus sepanjang waktu. ”Jadi cara tumbuhnya mirip pohon pisang. Sekali ditaman, beberapa bulan kemudian sudah muncul anakannya,” imbuhnya.

Disinggung manfaat porang itu sendiri, Agus menyatakan cukup banyak. Menurutnya, selama ini, porang merupakan salah satu komoditas utama ekspor ke Jepang. Sebab, porang merupakan bahan baku utama untuk membuat makanan khas Jepang, Konyaku (sejenis tahu) dan Shirataki (sejenis mie).

”Di dalam negeri, porang juga laku. Tetapi yang terbanyak peminatnya adalah Negara Jepang,” sambungnya.

Selain untuk makanan, porang juga bisa digunakan untuk berbagai komoditas industri. Misalnya, bahan campuran lem, bahan campuran kertas dan bahan campuran kanji tekstil.

Terpisah, Administratur KPH Purwodadi Dewanto menyatakan, kegiatan pemanfaatan lahan di bawah tegakan di kawasan hutan berupa budi daya porang oleh masyarakat diharapkan dapat ikut menjaga keamanan hutan. Ke depan pelaksanaannya bisa dilakukan dengan sistem bagi hasil  sehingga membawa keuntungan bagi masyarakat dan pendapatan Perhutani dari komoditas agroforestry.

 

Editor : Akrom Hazami

 

Comments
Loading...