Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Makanan Tak Layak Konsumsi di Swalayan Kudus Diminta Ditarik

Petugas kepolisian melakukan pengecekan terhadap makanan yang dijual di sebuah swalayan di Kudus, Senin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pemkab Kudus berupaya menarik makanan dan minuman yang tak layak konsumsi dari toko secepatnya. Hal ini berlaku untuk makanan dan minuman yang memasuki masa kedaluarsa, dan tak layak.

Sebab jika tidak, maka masyarakatlah yang akan menjadi korban. Mereka yang akan dirugikan. Mengingat, daya beli masyarakat akan meningkat jelang Lebaran mendatang.

Kepala Bidang Fasilitas Perdagangan dan Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Imam Prayitno mengatakan, pihaknya sudah melakukan peringatan kepada petugas toko yang kedapatan menjajakan makanan dan minuman kedaluarsa.

“Kami meminta untuk yang makanan yang kedaluarsa atau mendekati kedaluarsa untuk ditarik, seperti halnya yang kedaluarsa pada Juni ini seharusnya sudah ditarik. Begitu pula dengan yang kedaluarsa pada Juli, agar dapat ditarik sebelumnya,” katanya, saat melakukan pengecekan makanan dan minuman di salah satu swalayan, Senin (5/6/2017).

Menurut dia, pengawasan akan terus dilakukan. Karena itu bagian dari tugasnya. Sedangkan langkah selanjutnya, dinas akan memberikan laporan kepada provinsi akan hal tersebut.

“Pada aturan yang baru bidang penindakan adalah provinsi, kami bertindak untuk mengawasinya saja. Jadi apa yang kami temukan akan kami sampaikan ke provinsi,” ujarnya.

Dian Meilani, petugas kasir Abbas Swalayan Kudus mengatakan, pihaknya bakal melakukan apa yang diperingatkan Pemkab Kudus. Barang yang nyaris kedaluarsa akan ditarik hari ini juga, agar pembeli tak kecewa saat berbelanja.

“Barangnya akan kami retur, jadi akan kami kembalikan ke pabrik dan yang kami jual adalah barang yang bagus. Kami akan tingkatkan pengecekan,” ungkapnya.

 

Editor : Akrom Hazami

 

Comments
Loading...