Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Jangan Terkecoh dengan Karcis yang Disodorkan Petugas Parkir di RSUD dr Soetrasno Rembang

Karcis yang sebenarnya untuk kendaraan roda empat justru diberikan untuk kendaraan roda dua. Ini terjadi di parkiran RSUD dr. Soetrasno Rembang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Penarikan restribusi parkir kendaraan masih saja terkadang dipermainkan oleh oknum petugas parkir. Misalkan saja, biaya restribusi terkadang lebih besar dari tarif resmi yang telah ditentukan oleh pemerintah daerah setempat.

Pun demikian, karcis resmi yang disodorkan atau diberikan kepada pemilik kendaraan, terkadang juga tidak sesuai peruntukannya. Seperti halnya yang terjadi di RSUD dr Soetrasno Rembang. Oknum petugas parkir sengaja memberikan karcis yang sebenarnya diperuntukkan untuk kendaraan roda empat, namun, hal itu diberikan kepada pemilik kendaraan roda dua.

Dengan hal ini, pemilik kendaraan roda dua harus membayar parkir dengan tarif yang seharusnya diperuntukkan untuk kendaraan roda empat. Reno. Sebut saja begitu, warga Desa Kepoh Agung, Kecamatan Pamotan, ini mengaku mengalami hal tersebut. “Awalnya saya tidak tahu, tetapi setelah dibaca, saya baru ngeh kalau karcis restribusi parkir yang diberikan petugas parkir adalah untuk kendaraan roda empat. Padahal, saya kan pakai sepeda motor,” katanya.

Menanggapi hal ini, Kepala Seksi Lalu Lintas pada Dinas Perhubungan Rembang Sakidjo mengatakan, ketentuan tarif parkir sudah diatur dalam Perda Nomor 5 tahun 2010.

“Yang pertama yakni parkir di tempat khusus. Seperti halnya rumah sakit, taman dan tempat pelelangan ikan(TPI) itu Rp 1.000 bagi kendaraan roda dua. Dan Rp 2.000 itu bagi kendaraan roda empat. Sedangkan parkir di tepi jalan umum itu sebesar Rp 500 bagi kendaraan roda dua dan Rp 1.000 bagi kendaraan roda empat,” paparnya.

Kemudian saat disinggung mengenai karcis parkir untuk mobil sebesar Rp 2.000 yang diberikan oleh pengunjung RSUD dr. Soetrasno yang membawa kendaraan roda dua, ia mengutarakan, bahwa itu merupakan tindakan personal atau oknum.

“Wah kalau itu tindakan oknum, dan itupun berhak ditolak. Hal itu akan kita urus, akan kita bina. Sebab petugas parkir yang ada di RSUD dr. Soetrasno merupakan bagian dari binaan kita,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Comments
Loading...