Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Parah! 3 Minggu Padam, Lampu Penerangan Jalan Depan Pasar Pagi Terabaikan

Kondisi jalan di depan Pasar Pagi Purwodadi kurang penerangan akibat padamnya lampu, sekitar tiga minggu (MuriaNewsCom / Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sejumlah pedagang meminta agar lampu penerangan jalan yang ada di depan Pasar Pagi Purwodadi yang sudah lama padam segera diperbaiki. Sebab, padamnya lampu penerangan itu menyebabkan kondisi depan pasar jadi gelap dan cukup mengganggu aktivitas pedagang.

“Lampu penerangan ini sudah sekitar tiga minggu tidak nyala. Tapi sampai sekarang belum juga diperbaiki. Matinya lampu penerangan cukup mengganggu karena suasana depan pasar jadi gelap,” kata Santo, salah seorang pedagang di Grobogan, Rabu (29/3/2017).

Bagi pedagang, keberadaan lampu penerangan dinilai sangat penting. Sebab, aktivitas Pasar Pagi yang berlokasi di jalan Gajah Mada itu lebih banyak dilakukan pada malam hari. Tidak seperti pada pasar tradisional biasa.

“Aktivitas di sini dimulai pukul 21.00 WIB sampai pagi sekitar pukul 09.00 WIB.  Jadi keberadaan lampu sangat dibutuhkan,” ucap Mintono, pedagang lainnya.

Padamnya lampu penerangan juga dikeluhkan para pembeli. Sebab, suasana gelap itu membuat mereka merasa kurang nyaman saat belanja di Pasar Pagi.

Dari pantauan di lokasi Selasa (28/3/2017) malam, suasana depan Pasar Pagi yang dipakai parkir kendaraan tersebut memang cukup gelap. Sebab, delapan tiang lampu penerangan yang terdapat di depan pasar semuanya tidak menyala.

Beruntung, beberapa lampu penerangan yang terletak di pagar depan masih menyala. Sehingga suasana tidak jadi gelap gulita karena ada sinar lampu penerangan dari pagar itu.

Keberadaan lampu penerangan itu tergolong masih baru. Sebab, pembuatannya dilakukan bersamaan dengan pembangunan Pasar Pagi yang proyeknya selesai pada akhir tahun 2016 lalu. Pembangunan Pasar Pagi untuk merelokasi pedagang di bekas lahan PT KAI di jalan A Yani itu menelan biaya Rp 10,4 miliar.

Editor : Akrom Hazami

Comments
Loading...