Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

APTRI Apresiasi Langkah Mendag Wajibkan Penjualan Rafinasi Melalui Pasar Lelang Komoditas

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Kudus – Andalan petani tebu rakyat Indonesia ( APTRI ) mengapresiasi langkah Mendag mewajibkan penjualan gula rafinasi melalui pasar lelang komoditas secara online/elektronik.

Itu disampaikan oleh Sekjen APTRI M Nur Khabsyin melalui rilis persnya ke MuriaNewsCom, di Kudus, Senin (27/3/2017).

Tanggapan atas Permendag Nomor 16 thn 2017 tentang Perdagangan Gula Rafinasi melalui pasar lelang komoditas, pihaknya menyampaikan beberapa poin.

“Kami mengapresiasi langkah mendag yg mewajibkan penjualan gula rafinasi melalui pasar lelang komoditas secara online/elektronik,” kata Khabsyin.

Kedua, dengan kebijakan itu diharapkan bisa meminimalisir rembesan gula rafinasi di pasar konsumsi. Karena dengan adanya E-barcode pada karung gula akan dengan mudah diketahui siapa pemilik gula tersebut.

Pihaknya juga mengharapkan besaran kuantum gula yang dilelang tidak terlampau besar, supaya bisa dijangkau oleh industri kecil dan mikro.

Selain itu, kebijakan ini harus diimbangi dengan pembatasan jumlah impor gula mentah(raw sugar) sesuai kebutuhan saja atau jangan berlebih. Karena faktanya pada tahun2 lalu selalu ada rembesan gula rafinasi di pasaran.

“Kalau hanya penjualannya saja yang diatur sementara jumlah impornya tidak dibatasi ya percuma saja tetap nanti ada yang bocor. Jumlah impor melebihi kebutuhan. Pada tahun 2016 kami hitung ada kelebihan gula rafinasi sekitar 600 ribu ton. Total impor raw sugar untuk rafinasi 3,2 juta ton,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Comments
Loading...