Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Gawat, Pilar Talang Air Peninggalan Belanda di Wirosari Grobogan Ambrol

Begini kondisi salah satu pilar penyangga talang air di Kelurahan Wirosari, Kecamatan Wirosari yang ambrol tergerus air (MuriaNewsCom / Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sebuah pilar jembatan kuno di Kelurahan Wirosari, Kecamatan Wirosari, Grobogan yang berfungsi sebagai talang air irigasi ambrol. Informasinya, ambrolnya satu pilar itu terjadi beberapa hari lalu akibat terjangan arus sungai Ledok yang ada di bawahnya.

Bangunan talang air ini merupakan peninggalan penjajah Belanda. Fungsinya, untuk mengalirkan air dari embung Tirto yang di Desa Tambakselo, Wirosari menuju areal persawahan sekitar.

“Talang air ini usianya sudah ratusan tahun. Meski begitu, sampai sekarang masih berfungsi dengan baik untuk aliran air irigasi. Kami berharap, rusaknya pilar segera ditangani supaya talang airnya tidak ikut roboh,” ujar Susilo Utomo, warga setempat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Grobogan Subiyono ketika dikonfirmasi membenarkan adanya satu pilar jembatan talang air yang ambrol tersebut. Talang air tersebut merupakan peninggalan Belanda yang dibangun sekitar tahun 1910.

“Sudah kita cek ke lokasi. Memang ada satu pilar yang ambrol. Kondisinya mirip pilar jembatan yang ambrol di Desa Karanglangu, Kecamatan Kedungjati, beberapa waktu lalu,” katanya.

Menurutnya, ambrolnya pilar akan segera ditangani dengan dana pemeliharaan yang dimiliki. Penanganan cepat perlu dikerjakan karena talang air itu fungsinya cukup vital bagi areal persawahan di sekitarnya.

“Areal sawah yang dipasok irigasi lewat talang air itu luasnya mencapai 566 hektare. Oleh sebab itu, kerusakan pilar secepatnya akan kita atasi karena fungsi talang air peninggalan Belanda tersebut cukup penting,” jelasnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Comments
Loading...