Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Mursyid Besar Tarekat dari India Ajak Warga Pati Teladani Nabi Muhammad

Syekh Kaleem (berjubah oranye) saat menghadiri Pati Berselawat dan Tablig Akbar di Alun-alun Pati, Jumat (17/3/2017) malam. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Pemkab Pati dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pati menggelar agenda Pati Berselawat dan Tablig Akbar di Alun-alun Pati, Jumat (17/3/2017) malam.

Sejumlah tokoh agama besar hadir dalam tablig akbar tersebut. Salah satunya, Syekh Sayyid Kaleem Ashraf Al Jilani dan Syekh Sayyid Jamal Ashraf Al Jilani. Kedua cucu Syekh Abdul Qodir Jaelani tersebut jauh-jauh datang dari India.

Selain kedua mursyid besar dari India tersebut, beberapa ulama yang hadir, di antaranya Habib Ja’far Alkaff dari Kudus, Habib Umar Muthohar dari Semarang, serta para habaib, ulama dan kyai dari Kabupaten Pati. Mereka diiringi Jama’ah Simtudduror Ahbabul Mustofa, Kudus.

Dalam satu ceramahnya, Syekh Kaleem mengatakan, Allah tidak mungkin bicara langsung, komunikasi langsung dengan manusia, kecuali dengan perantara, yaitu Nabi Muhammad yang membawa risalah kepada umat manusia. Dia mengibaratkan seorang manusia tidak bisa melihat dirinya sendiri, kecuali dengan perantara cermin.

Karena itu, umat Muslim diminta untuk mengikuti jejak Nabi, meneladani Nabi, dan mengikuti sunnah Nabi. “Sebagian manusia ingin melihat Allah tanpa perantara. Aku ingin berjumpa, melihat, berbicara. Allah sudah menjelaskan, kalian tidak mungkin langsung melihat dan bicara, kecuali dengan perantara,” kata Kaleem menggunakan bahasa India, seperti dikutip dari penerjemahnya.

Ia menambahkan, umat Muslim yang ingin melihat keindahan Allah membutuhkan perantara berupa cerminan keindahan Nabi Muhammad. Apa yang diajarkan Nabi Muhammad, tanpa perantara dan wasilah, tidak akan menikmati indahnya beriman kepada Allah.

Sementara itu, Habib Umar Muthohar menuturkan, di negara besar manapun, ziarah, selawat menjadi bagian dari upaya untuk mencintai dan meneladani Nabi Muhammad. “Saya pakai bahasa Jawa saja ya, kalau bahasa India, bisa saya cuma Kuch Kuch Hota Hai dan Nehi Nehi,” gurau Habib Umar sebagai pembuka ceramah.

Editor : Kholistiono

Comments
Loading...