Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Cegah Menjamurnya Minimarket, Pemkab Grobogan Usulkan Revisi Perda

Warga melintas di depan salah satu minimarket di Grobogan, Rabu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Revisi Perda 14 tahun 2014 tentang Penataan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern sedang diajukan pada pihak DPRD Grobogan.

Revisi itu diperlukan untuk menekan menjamurnya toko modern atau minimarket yang sudah banyak berdiri di berbagai lokasi.

Berdasarkan data pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Grobogan jumlah swalayan nonjaringan ada 3 unit. Sedangan minimarket berjaringan di seluruh kabupaten jumlahnya ada 49 unit.

Dalam Perda tersebut, sebenarnya sudah mengatur jumlah minimarket yang boleh berdiri di tiap kecamatan. Yakni, untuk Kecamatan Purwodadi yang merupakan ibukota kabupaten dibatasi hanya 10 unit. Sedangkan di kecamatan di luar Purwodadi hanya 2 unit saja.

Namun, pada kenyataannya, jumlah minimarket itu melebihi kuota yang ditentukan. Untuk wilayah Purwodadi, saat ini ada 14 unit. Sedangkan di kecamatan lainnya, ada yang baru ada 1 sampai 5 unit.

“Saat ini, jumlah toko modern atau minimarket memang sudah melebihi apa yang tertuang dalam perda. Namun, perlu diketahui kalau sebagian besar minimarket atau toko modern itu sudah berdiri sebelum adanya Perda No 14 tahun 2014 tersebut,” kata Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Grobogan Nur Iksan.

Dijelaskan, dalam revisi perda tersebut, kuota minimarket ditambah menjadi 14 unit untuk Purwodadi. Sedangkan, kelebihian kuota di beberapa kecamatan diakomodasi pula dalam revisi perda.

Sementara itu, Bupati Grobogan Sri Sumarni mengatakan, jumlah minimarket harus dikendalikan. Tujuannya, supaya jangan sampai keberadaannya justru menggerus eksistensi pasar tradisional.

“Pasar tradisional harus kita lindungi. Oleh sebab itu, jumlah minimarket itu harus dikendalikan,” katanya. 

 

Editor : Akrom Hazami

 

Comments
Loading...