Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Puluhan Siswa SD Islamic Center Purwodadi Belajar Padamkan Kebakaran

945
Petugas pemadam kebakaran saat berlatih memadamkan kebakaran yang diikuti siswa di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Puluhan siswa SDIT Islamic Center Purwodadi mendapat pelajaran dari petugas pemadam kebakaran (damkar) mengenai cara-cara memadamkan api, Rabu (15/3/2017). Enam petugas damkar bergantian memberikan contoh cara memadamkan api yang dilangsungkan di depan markas damkar yang ada di komplek kantor Setda Grobogan.

Sebagian siswa tampak bersemangat mengikuti kegiatan yang tidak pernah didapat di bangku sekolah tersebut. Sementara sebagian lagi terlihat agak takut ketika petugas menyalakan api untuk pelajaran praktik. Petugas juga mengenalkan pada para siswa tentang mobil pemadam kebakaran dan mereka diperbolehkan naik di atas kendaraan tersebut.

Selain pelatihan dasar pemadaman api, petugas juga memberikan materi seputar masalah kebakaran. Antara lain, soal penyebab kebakaran yang selama ini sering terjadi. Kemudian, tindakan awal yang harus dilakukan jika terjadi kebakaran juga diberikan pada siswa tersebut.

“Harap adik-adik ketahui, kebakaran itu seringkali terjadi karena kecerobohan. Oleh sebab itu, jangan pernah bermain-main dengan api ketika ada di rumah,” pesan Kasi Damkar Sutrisno yang memimpin langsung pelatihan tersebut.

Sutrisno menyatakan, sangat senang dengan inisiatif dari pihak sekolah untuk dikenalkan cara-cara memadamkan kebakaran. Sebab, dengan langkah itu para siswa itu setidaknya sudah punya bekal pengetahuan. Dan, diharapkan ketika ada musibah kebakaran di dekatnya mereka bisa membantu meminimalkan terjadinya korban yang lebih besar.

“Selama ini, sudah banyak yang minta diadakan pelatihan. Terus terang kami sangat mengapresiasi inisiatif dari sekolah ini,” ujarnya.

Meski begitu, Sutrisno berharap agar sekolah-sekolah di tingkatan yang lebih tinggi yakni SMP dan SMA bisa mengikuti langkah serupa. Hal itu dinilai juga lebih baik lagi karena secara fisik mereka sudah lebih kuat. Sehingga ketika ada kebakaran didekatnya bisa lebih maksimal membantu penanganan dibandingkan dengan anak SD.

Editor : Akrom Hazami

 

Ruangan komen telah ditutup.