Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ahli Waris Nelayan di Rembang Terima Asuransi Jasindo

Bupati Rembang Abdul Hafidz menyerahkan bantuan asuransi Jasindo kepada ahli waris nelayan. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Ahli waris tujuh nelayan di Kabupaten Rembang yang meninggal dunia menerima bantuan asuransi jiwa, Senin (13/3/2017) di Aula Lantai 4 Pemkab Rembang. Asuransi yang diberikan kepada ahli waris nelayan yang meninggal dunia akibat sakit tersebut, masing-masing Rp 160 juta.

Selain tujuh ahli waris tersebut, tiga keluarga nelayan yang mengalami kecelakaan juga menerima asuransi dengan besaran masing-masing Rp 20 juta. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Rembang Abdul Hafidz.

Kasi Pemberdayaan dan Perlindungan Nelayan pada Dinas Kelautan dan Perikanan Rembang Ema Wijayanti mengatakan, asuransi nelayan ini merupakan program Dinas Kelautan dan Perikanan yang bekerja sama dengan Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo).

“Klaim meninggal dunia santunannya sebesar Rp160 juta  karena bukan akibat kecelakaan laut, kalau akibat kecelakaan laut maka santunan meninggal dunianya Rp 200 juta. Sedangkan untuk klaim kecelakaan sebesar Rp 20 juta,” ujarnya.

Menurutnya, kriteria yang harus dipenuhi oleh nelayan agar dapat memperoleh Bantuan Premi Asuransi bagi Nelayan (BPAN) adalah memiliki kartu nelayan, berusia paling tinggi 65 tahun, tidak pernah mendapatkan bantuan program asuransi, serta tidak menggunakan alat penangkapan ikan yang dilarang undang-undang.

Staf PT. Jasindo Asep mengatakan, asuransi nelayan merupakan merupakan implementasi dari amanat Undang-undang No. 7/2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudi Daya Ikan dan Petambak Garam.

Berdasarkan beleid ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menunjuk Asuransi Jasindo yang juga Badan Usaha Milik Negara untuk menjadi pelaksana dalam program Bantuan Premi Asuransi bagi Nelayan (BPAN) untuk Nelayan Kecil dan Nelayan Tradisional. Asuransi ini preminya sepenuhnya ditanggung oleh Pemerintah.

Kemudian, mengenai cara pengklaiman asuransi tersebut, menurutnya, penerima asuransi harus menyertakan foto kopi KTP, surat ahli waris, surat keterangan desa, dan kartu keluarga. “Untuk pencairan klaim asuransi ini maksimal selama 2 minggu setelah pengajuan. Nantinya bisa dicairkan melalui BNI setempat,” ungkapnya.

Sementara itu, Umi Salamah salah satu penerima santunan dari PT. Jasindo mengatakan, ia senang dengan adanya bantuan ini. Kedepannya, uang tersebut akan digunakan untuk menyekolahkan anaknya. “Santunan seesar Rp 160 juta ini saya terima lantaran pada waktu sekitar Desember 2016 lalu, suami saya meninggal lantaran sakit seusai melaut,” ucapnya.

Kepala Desa Jati Sari Subaedi mengatakan, untuk saat ini nelayan yang ada di desa yang sudah terdaftar di asuransi ada sekitar 180-an orang. “Sedangkan yang masih proses pengajuan klaim itu ada sekitar 70 orang. Mudah-mudahan dengan adanya program ini, nelayan bisa segera mendata kelompoknya untuk ikut asuransi,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

Comments
Loading...