Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Rayakan Hari Jadi, Pemkab Grobogan Suguhkan Pentas Ketoprak

Pentas ketoprak dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Grobogan mendapat sambutan hangat dari masyarakat. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Pertunjukkan kesenian tradisional ketoprak disuguhkan dalam rangka memeriahkan HUT ke-291 Kabupaten Grobogan, Jumat (10/3/2017) malam. Pentas ketoprak yang dilangsungkan di halaman kantor Setda Grobogan itu, menampilkan lakon “Minak Jinggo Leno”.

Pertunjukkan yang dimulai pukul 21.00 WIB tersebut mendapat respon luar biasa dari warga. Meski sebelumnya sempat diguyur hujan deras, namun ratusan orang masih datang untuk menyaksikan pertunjukkan tersebut.

Selain orang tua, banyak pula anak muda yang menyaksikan pertunjukkan ketoprak tersebut. Bahkan, hingga lewat tengah malam, masih banyak penonton yang belum beranjak dari tempat pertunjukkan.

“Pentas ketoprak ini sudah jarang sekali dijumpai. Makanya, saya tidak akan melewatkan momen yang sudah langka ini,” ungkap Pradana, warga Purwodadi. 

Selain masyarakat, pentas ketoprak juga dihadiri beberapa pejabat. Antara lain, Plt Sekda Grobogan Mokh Nursahid, Asisten III Padmo, Kepala Badan Kesbanglinmas Yudi Sudarmunanto, Plt Kepala Disperindag Markus Sutoko, Kepala Satpol PP Bambang Panji dan Staf Ahli Sugiyanto. Terlihat pula, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Toha Karim Amrullah.

Para penonton berharap agar pentas ketoprak tersebut bisa digelar rutin tiap tahun. Bahkan, kalau bisa lebih sering lagi. Yakni, saat berkaitan dengan momen penting seperti hari besar nasional atau Hari Jadi Kabupaten Grobogan.

Hal itu perlu dilakukan sebagai salah satu upaya untuk melestarikan kesenian tradisional warisan leluhur tersebut. Sebab, sejauh ini sudah banyak grup ketoprak yang tenggelam lantaran jarang dapat order pentas.

“Dibandingkan tayub atau wayang kulit, pentas ketoprak ini sudah jarang ditemui. Makanya, budaya ini perlu kita uri-uri supaya tetap eksis dan diketahui generasi muda,” cetus Plt Sekda Mokh Nursahid.

Editor : Kholistiono

Comments
Loading...