Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Perbaikan Darurat Pilar Jembatan Desa Karanglangu Grobogan Rampung

Tiang besi untuk menyangga jembatan di Desa Karanglangu, Kecamatan Kedungjati sudah rampung didirikan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Proses perbaikan darurat pilar jembatan di Desa Karanglangu, Kecamatan Kedungjati akhirnya rampung dikerjakan. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Grobogan Subiyono pada wartawan, Rabu (8/3/2017).

“Alhamdulillah, pemasangan tiang besi untuk penahan jembatan sudah selesai dikerjakan. Tinggal penyempurnaan saja. Penanganan darurat bisa kita kerjakan sesuai target,” katan Subiyono di Grobogan,.

Penanganan darurat sudah dimulai seminggu lalu dengan alokasi dana sekitar Rp 40 juta. Pekerjaan ditarget selesai dalam sepekan.

Setelah penanganan darurat dilakukan, selanjutnya akan diteruskan dengan penanganan secara permanen. Untuk perbaikan permanen akan dialokasikan dana sekitar Rp 200 juta.

Perbaikan permanen dilakukan dengan membuat satu pilar penyangga baru dengan konstruksi beton. Posisi pilar baru akan ditempatkan sekitar satu meter dari pilar lama yang hampir ambrol diterjang banjir beberapa hari lalu. Titik pembuatan pilar baru sudah disesuaikan dengan konstruksi bangunan yang sudah ada.

“Jadi, untuk perbaikan permanen harus didahului penanganan darurat. Jembatan harus dikasih tiang penyangga besi supaya aman,” sambungnya.

Seperti diberitakan, akses transportasi warga Desa Karanglangu, Kecamatan Kedungjati mulai tersendat sejak Minggu (26/2/2017). Hal ini menyusul terkikisnya salah satu pilar penyangga jembatan yang menghubungkan Dusun Kleben dan Dusun Karanglangu.

Lantaran terkikisnya cukup parah hingga pilar nyaris putus, kendaraan yang membawa muatan terpaksa dilarang melintas. Sebab, dikhawatirkan bisa memperparah kerusakan jika kendaraan berat menyebrangi jembatan yang melintasi sungai Bancak tersebut.

Kepala Desa Karanglangu Slamet Agus Kanugroho menyatakan, terkikisnya salah satu pilar jembatan diketahui Minggu pagi. Diperkirakan, pilar terkikis akibat diterjang air sungai yang mengalir deras pada diniharinya.

“Jembatan tersebut memiliki panjang 90 meter dengan lebar 3,8 meter. Ketinggian jembatan dari dasar sungai sekitar 15 meter. Sungai Bancak yang ada di bawah jembatan berhulu dari wilayah Salatiga dan bermuara ke Sungai Tuntang.

Keberadaan jembatan tersebut dinilai sangat penting bagi warga setempat. Sebab, jembatan itu jadi akses yang menghubungkan Desa Karanglangu menuju Desa Repaking Kecamatan Wonosegoro, Boyolali dan Desa Bantal, Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang.

Lantaran terkikisnya cukup parah hingga pilar nyaris putus, kendaraan yang membawa muatan terpaksa dilarang melintas. Sebab, dikhawatirkan bisa memperparah kerusakan jika kendaraan berat menyeberangi jembatan yang melintasi sungai Bancak tersebut.

Editor : Akrom Hazami

Comments
Loading...