Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Aliran Air dari Drainase Akan Dibuang ke Sungai Gelis Kudus

Warga melakukan aktivitas di Sungai Gelis, Kabupaten Kudus, Selasa. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pemkab Kudus menilai, banyaknya drainase di perkotaan masih kurang berfungsi maksimal. Air yang sudah masuk drainase tidak lancar mengalir ke sungai. Air yang ada hanya berpindah dari satu drainase ke lainnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Sam’ani Intakoris mengatakan, pihaknya sering menemukan saluran drainase yang tak tersambung ke sungai. Hal itu yang mengakibatkan air hanya berputar-putar, dan mengakibatkan genangan.

“Jadi kami menggagas untuk membuat saluran baru pembuangan air. Artinya, semua air yang masuk dalam drainase akan dialirkan menuju Sungai Gelis semuanya,” kata Sam’ani di Kudus, Selasa (7/3/2017).

Sungai Gelis dipilih karena karakteristiknya yang mendukung. Aliran air di sungai itu mengalir deras. Jadi cocok kalau saluran drainase diarahkan ke sungai tersebut. Keuntungan lain, kata dia, adalah dengan letak yang di tengah Kudus. Itu sangat menguntungkan dalam pembuangan air, baik dari kawasan barat maupun kawasan timur.

Kabid Tata Bangunan dan Drainase, Wisnu Aragani, mengatakan butuh kerja ekstra untuk menanggulangi dan mengatasi drainase. Pihaknya ingin memastikan sistem berjalan dengan baik. Yaitu antara satu titik drainase dan lainnya saling terhubung sehingga dapat saling mendukung.

”Saluran air sangat unik, jadi bila terjadi kerusakan pada satu titik, tidak hanya diperbaiki di titik itu saja tetapi saluran lain yang terkait. Sehingga makin banyak yang dibenahi,” jelasnya.

Tahun ini, pihaknya akan membenahi sejumlah saluran untuk mengurangi potensi genangan. Saluran tersebut ada di Jalan Menur, Jalan Pangeran Puger dan Simpang Tujuh. Biaya yang diperlukan untuk pembangunan saluran tersebut berkisar antara Rp 1,3 miliar hingga Rp 2,5 miliar. 

Editor : Akrom Hazami

Comments
Loading...