Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ini Kronologi Penyekapan Sopir Truk yang Kemudian Dibuang di Pinggir Jalan

Korban yang masih mendapatkan perawatan di RSUD Dr. Soetrasno Rembang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Seorang sopir truk bernama Taufik Ichwan Gozali (22) warga Dukuh Sejan RT 6 RW 13 Kecamatan Gemarang,Kabupaten Madiun, Jawa Timur, ditemukan warga dalam kondisi tangan dan kaki terikat, serta mata dan mulut tertutup lakban. Taufik ditemukan warga di Jalan Clangapan Pamotan Desa Padaran,Kecamatan Rembang pada Senin (6/3/2017) dini hari, sekitar pukul 01.00 WIB.

Kapolsek Rembang AKP Sunarmin mengatakan, dari hasil penyelidikan yang dilakukan, korban diketahui merupakan sopir truk jenis bill up dengan nomor polisi L 9599 UF yang mengangkut besi sebanyak 23 ton dari Surabaya, dengan tujuan Jakarta.

“Korban berangkat dari Surabaya pada Sabtu (4/3/2017) sekitar pukul 18.00 WIB.Ketika sampai di Rembang pada Minggu (5/3/2017), sekitar pukul 03.00 WIB, korban berhenti sejenak di Jalan Pantura Rembang-Lasem Desa Punjulharjo, yakni di depan Pabrik Karya Mina Putra. Korban menghentikan mobilnya, karena ingin buang air kecil,” ujar AKP Sunarmin.

Saat berhenti tersebut, tiba-tiba ada mobil Avanza warna silver dengan pelat H. Mobil itu kemudian berhenti, dan turunlah empat orang laki-laki, yang kemudian langsung mendekat korban. Setelah itu, korban langsung didorong dan dibekap dengan sapu tangan, yang diduga sudah diberi bius.

Tak butuh waktu berapa lama, kemudian korban langsung tak sadarkan diri. Setelah itu, diduga korban yang dalam kondisi pingsan dibawa keliling, dengan tujuan untuk dibuang ke tempat yang aman. Tak hanya itu, korban juga diikat tangan dan kaki, serta mulut dan mulut dilakban.

Baca juga : Tangan dan Kaki Diikat, Mata Dilakban, Sopir Truk Ini Kemudian Dibuang di Pinggir Jalan

“Korban tadi malam ditemukan di Jalan Clangapan Pamotan Desa Padaran Rembang sekitar pukul 01.00 WIB.Warga kemudian langsung melaporkan hal ini kepada polisi, yang kemudian langsung kami tindaklanjuti,” katanya.

Dia menambahkan, untuk kerugian yang dialami, yakni satu truk tronton jenis bill up,muatan besi seberat 23 ton, HP Samsung Galaxy,dompet berisi KTP, ATM dan uang tunai sebesar Rp 900 ribu. “Saat ini, kasusnya masih dalam penyelidikan. Korban juga masih dirawat di RSUD Dr. Soetrasno Rembang untuk memulihkan kesehatannya lantaran disekap,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Ruangan komen telah ditutup.