Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Buku Mitologi Ritual Budaya Kaki Muria Dikiritik Sejarawan Kudus

Kegiatan bedah buku Mitologi Ritual Budaya Kaki Muria karya Muhammad Farid, dkk dalam sesi bedah buku di STAIN Kudus, Kamis (2/3/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Sejarawan Kudus, Edy Supratno mengkritisi buku berjudul Mitologi Ritual Budaya Kaki Muria karya Muhammad Farid, dkk dalam sesi bedah buku di STAIN Kudus, Kamis (2/3/2017).

“Yang saya tangkap, banyak hal tentang budaya di buku. Seperti dijelaskan kalau rumah kapal merupakan milik Nitisemito. Saya pernah menjumpai kalau ternyata bukan. Dan di dalam buku, daftar pustaka tentang itu tidak dicantumkan,” kata Edy yang menjadi salah satu narasumber bedah buku.

Menurutnya, sebagai karya ilmiah, harusnya buku dilengkapi dengan daftar pustaka. Karena pembaca bakal mencari literatur lainnya. Selain itu, daftar pustaka juga mampu jadi sumber.

Mantan wartawan ini juga menyebutkan, dalam judul buku terkesan membatasi di Lereng Muria dengan nama “Kaki Muria”. Padahal, dalam buku juga menyebutkan tentang budaya di kawasan Muria atau Colo. “Dalam buku belum diungkap nama Kudus yang berubah. Dulunya Kudus dan Muria itu namanya bukan itu. Jadi kalau bisa diungkap malah lebih bagus,” ungkapnya.

Lebih jauh dikatakan, dalam buku bersampul hitam itu juga tak menyinggung budaya tentang warga Rahtawu. Padahal, Rahtawu bagian dari Kudus, dan juga memiliki banyak sekali budaya yang sebetulnya dapat diangkat menjadi pengetahuan.

Dia menyinggung pula tentang rumah adat Kudus, yang menurutnya sejak zaman Majapahit, sudah ada. Hal itu, harus didalami untuk mengetahui tentang asal muasal rumah adat Kudus yang bentuknya sama dengan sekarang.

“Ada lagi soal Kudus ya, Kudus itu sudah maju bahkan sejak Majapahit sudah maju. Buktinya, ada ukiran dari Kiai Telingsing, yang ada hingga kini. Dan ukiran itu menunjukkan peradaban saat itu sudah maju,” ungkapnya.

Editor  : Akrom Hazami

 

Comments
Loading...