Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ribuan Warga Tumplek Blek Saksikan Kirab Boyong Grobog di Grobogan

Bupati Grobogan Sri Sumarni tampak dalam barisan kirab Boyong Grobog, di kota setempat, Kamis. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Rangkaian peringatan HUT ke-291 Kabupaten Grobogan yang jatuh 4 Maret mendatang dimulai, Kamis (2/3/2017). Yakni, pelaksanaan acara kirab Boyong Grobog yang dimulai dari kantor Kelurahan Grobogan, Kecamatan Grobogan hingga ke pendapa kabupaten.

Prosesi Boyong Grobog ini merupakan gambaran ketika terjadi perpindahan pusat pemerintahan Kabupaten Grobogan. Yakni, dari Kecamatan Grobogan pindah ke Kecamatan Purwodadi sampai saat ini.

Acara rutin Boyong Grobog dipimpin langsung Bupati Grobogan Sri Sumarni diikuti semua pimpinan FKPD, anggota DPRD, dan para pejabat. Proses Boyong Grobog dimulai sekitar pukul 11.15 WIB dan berakhir menjelang pukul 15.00 WIB.

Sri Sumarni dan para pejabat mengikuti Boyong Grobog menaiki dokar. Sekitar 40 dokar yang disiapkan untuk para pejabat tersebut.

Selain itu, ikut dikirab pula sebuah grobog kuno dari kayu jati berukuran sekitar 1 x 1 meter. Perabot grobog ini dulunya dipakai menyimpan dokumen pemerintahan saat boyongan ke Purwodadi. Grobog ini dinaikkan dalam dokar dan dikawal beberapa orang berpakaian layaknya prajurit.

Selain itu, ada pula rombongan yang berjalan kaki dengan memikul gunungan sayur mayur dan hasil bumi. Jumlah gunungan ada 12 buah.

Prosesi Boyong Grobog menempuh jarak sekitar 6 km. Sepanjang perjalanan, ribuan warga dengan antusias menyaksikan momen setahun sekali tersebut. Selain itu, siswa sekolah yang berlokasi di sepanjang jalur kirab juga ikut dikerahkan untuk menyaksikan tontonan gratis tersebut.

Kirab Boyong Grobog berakhir di pendapa kabupaten. Di lokasi finis juga sudah menunggu ribuan warga yang ingin menyaksikan kemeriahan menyambut hari jadi tersebut.

Setelah acara seremonial, ritual Boyong Grobog diakhiri dengan rebutan gunungan yang dijajar di halaman pendapa. Begitu diberi aba-aba panitia, ribuan warga langsung berebut gunungan.

Sri berharap agar momentum hari jadi ini dijadikan sarana untuk berbenah. Yakni, membenahi semua kekurangan yang masih terlihat pada tahun-tahun sebelumnya. Khususnya, dalam masalah memberikan pelayanan prima pada masyarakat. 

“Dalam usianya yang hampir tiga abad ini, sudah banyak prestasi yang dicapai Kabupaten Grobogan. Baik di kancah Jawa Tengah maupun nasional. Hal itu tentunya dinilai cukup membanggakan,” katanya.

Meski demikian, Sri meminta agar semua prestasi yang sudah diraih itu tidak membuat semua pihak puas diri. Sebab, tantangan kedepan dirasa bakal semakin berat. Oleh sebab itu, dibutuhkan kerja keras dari semua pihak agar prestasi yang diraih Kabupaten Grobogan bisa meningkat lagi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Comments
Loading...