Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Polres Pati Gelar Perkara Kasus Dugaan Penipuan yang Dilakukan Bank CIMB Niaga

Mashuri Cahyadi, korban kasus dugaan penipuan sertifikat ganda CIMB Niaga usai mengikuti gelar perkara di Mapolres Pati, Kamis (2/3/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Polres Pati melakukan gelar perkara terkait kasus dugaan penipuan yang melibatkan Bank CIMB Niaga, Kamis (2/3/2017). Gelar perkara dilakukan untuk menentukan langkah selanjutnya atas berkas perkara Nomor: BP/01/I/2016/Reskrim tanggal 1 Januari 2016.

Sejumlah pihak yang diundang, antara lain pelapor, terlapor, dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Pati. Namun, perwakilan Kejari tidak hadir dalam gelar upaya dalam rangka penanganan perkara tersebut.

Dalam kasus tersebut, polisi sudah menetapkan Djoko Prajitno Oetomo sebagai tersangka. Dia ditetapkan tersangka, karena tidak melaksanakan langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan ketaatan bank terhadap ketentuan dalam undang-undang.

Kasat Reskrim Polres Pati AKP Galih Wisnu Pradipta menyatakan, penyidik perlu mengadakan gelar perkara untuk menegakkan UU Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan. “Penyidik merasa perlu mengundang berbagai pihak untuk gelar perkara,” katanya.

Ada tujuh rujukan yang dijadikan dasar bagi polisi untuk menggelar gelar perkara, yakni laporan polisi Nomor LP/B/176/IX/2015 pada 15 September 2015 dengan pelapor Mashuri Cahyadi, surat pemberitahuan dimulainya penyidikan pada 17 September 2015, dan lima surat Kejari Pati tentang pengembalian berkas (P19) atas nama tersangka Djoko Prajitno Oetomo.

CIMB Niaga dinyatakan lalai, karena menjual aset properti melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Semarang, di mana sertifikat dari aset tersebut ternyata ganda dan masih dimiliki pemilik rumah. Akibatnya, Mashuri Cahyadi, pelapor yang menjadi korban saat membeli properti melalui lelang tersebut tidak bisa menguasai barang yang dibelinya sendiri.

Editor : Kholistiono

Comments
Loading...