Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Baznas Dinilai Bisa jadi Ujung Tombak Pengurangan Angka Kemiskinan

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Rembang -Target pemerintah untuk menurunkan angka kemiskinan di Indonesia masih cukup tinggi. Untuk Kabupaten Rembang sendiri, hingga saat ini terhitung masih menempati urutan 5 besar dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah sebagai kabupaten termiskin.

Untuk itu, perlu ditunjang seluruh potensi yang ada. Salah satu potensi yang kini diharapkan oleh pemerintah untuk dapat berkiprah banyak dalam upaya pengentasan kemiskinan adalah Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Baznas diharapkan menjadi ujung tombak untuk mengurangi kemiskinan. Apalagi, jika Baznas dipercaya masyarakat menjadi organisasi yang kredibel dalam memfasilitasi dalam penyaluran amal, khususnya zakat.

Bupati Rembang Abdul Hafidz mengatakan,potensi zakat untuk membantu mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Rembang sangat besar. Pada 2017 ini, zakat itu akan diupayakan secara maksimal untuk membantu mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Rembang.

“Jika jumlah ASN di Rembang sekarang ini sekitar 8.200 orang dan semua disisihkan 2,5 persennya untuk dana sumbangan Baznas maka yang terkumpul cukup banyak. Belum lagi jika bisa bergerak ke instansi lain seperti BUMN,BUMD dan instansi vertikal lainnya seperti kejaksaan dan pengadilan,”ujarnya.

Bahkan, katanya, bupati siap untuk memberikan teladan dalam hal ini. “Nanti dimulai dari gaji saya. Jika gaji saya perbulan Rp.6,2juta,maka 2,5 persennya sudah lumayan. Saya hitung jika 8 ribu lebih rata-rata gaji ASN Rp 3 juta, 2,5 persennya juga lumayan. Ini jika kita kelola dengan baik dan tepat sasaran, maka kemiskinan akan berkurang signifikan,” ujarnya.

Dia melanjutkan, dari hitung-hitungan jumlah ASN 8 ribu orang dikali gaji rata-rata Rp 3 juta, maka sudah Rp 24 miliar. Jika dibagi 2,5 persennya, maka terkumpul kurang lebih Rp 640 juta dana yang terkumpul dalam satu bulannya.

Hal itu dinilai sangat membantu pemkab dalam menurunkan angka kemiskinan. Apalagi dirinya bersama Wakil Bupati Bayu Andriyanto di dalam RPJMD mentarget dari angka 19 persen menjadi 11 persen.

Kepada pimpinan Baznas, bupati meminta selalu berkoordinasi dengan instansi pemerintah dengan organisasi Islam yang ada. Tujuannya apa yang menjadi tugasnya bisa berjalan dengan baik.  “Baznas juga harus lepas dari kepentingan politik praktis. Agar tidak dipertanyakan tentang kredibilitasnya.” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Comments
Loading...