Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pabrik Pakan Ternak Milik Warga Malaysia Bakal Berdiri di Desa Kasreman Rembang

Dua alat berat tampak beroperasi di tapak bakal pabrik pakan ternak dan pembibitan broiler di wilayah Desa Kasreman,Kecamatan Rembang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Sebuah perusahaan milik warga negara Malaysia bakal menanamkan investasinya di Kabupaten Rembang. Perusahaan dengan merek PT Malindo Feedmill yang bergerak di bidang produksi pakan ternak dan pembibitan broiler ini, berdiri di Desa Kasreman, Kecamatan Rembang.

Kepala Desa Kasreman Karyono mengatakan, lokasi pabrik milik warga Malaysia tersebut berada di sebelah utara desa, sekitar 400 meter dari permukiman warga. Luasan tanah yang digunakan untuk usaha ini, sekitar 9 hektare.

“Saat ini, pembangunan gedung pabrik sudah mulai berjalan. Selain itu, pihak perusahaan saat ini juga mulai membangun atau menata jalan menuju pabrik,” ujarnya kepada MuriaNewsCom, Rabu (1/3/2017).

Meski demikian, katanya, hingga saat ini pihak perusahaan belum mengadakan sosialisasi terhadap warga mengenai pendirian pabrik tersebut yang nantinya akan dipergunakan untuk usaha jenis apa. “Kami sudah menghubungi manajemen perusahaan soal sosialisasi. Manajemen mengatakan sosialisasi akan dilakukan setelah pembangunan pabrik memasuki tahap kedua,” katanya.

Menurutnya, sosialisasi oleh perusahaan terhadap warga desa diperlukan, terutama menyangkut kompensasi terkait dampak mobilisasi alat-alat berat terhadap kerusakan jalan. “Pastinya kami selaku pemerintah desa akan meminta kompensasi terkait dengan dampak mobilisasi alat-alat berat perusahaan terhadap jalan yang menjadi rusak,” tandasnya.

Tri Nur Huda, salah seorang warga Desa Kasreman juga menyatakan, jika dirinya sudah mendengar rencana pembangunan pabrik pakan ternak dan pembibitan broiler di desanya. “Kita sih mendukung pendirian pabrik tersebut di desa. Karena, ada harapan pengentasan pengangguran atau penyerapan tenaga kerja yang berasal dari masyarakat setempat,” harapnya.

Namun, ia mengingatkan agar pihak perusahaan mematuhi prosedur dan mentaati peraturan yang berlaku, terutama yang menyangkut dampak buruk limbah pabrik serta pengelolaannya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Penananam Modal Perizinan Satu Pintu dan Tenaga Kerja Kabupaten Rembang Sri Sugiyarti mengatakan, pihak perusahaan sudah memproses perizinan. “Pihak perusahaan sudah mengurus izin kepada kami. Namun, belum secara keseluruhan,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Comments
Loading...