MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ditilang Harusnya Malu, Jangan Misuh

1.776
Ali Muntoha
muntohafadhil@gmail.com

MULAI hari ini Rabu 1 Maret 2017 polisi di seluruh Indonesia menggelar operasi simpatik. Seperti sebelum-sebelumnya operasi ini digelar karena masyarakat pengguna jalan sangat rendah tingkat kesadarannya dalam menaati aturan lalu lintas. Padahal dari awal menyepelekan aturan ini yang menjadi pemicu terjadinya kecelakaan.

Yang lebih parahnya lagi polisi yang melakukan penindakan terhadap pelanggaran ini sering menjadi bulan-bulan, olok-olok dan dibully habis-habisan. Sosok polisi lalu lintas juga sering menjadi bahan cemoohan, yang dianggap mata duitan. Memang ini terjadi lantaran sikap oknum-oknum tertentu yang memanfaatkan kewenangannya untuk memeras pengendara lalu lintas yang melanggar.

Namun setelah gencar-gencarnya operasi pemberantasan pungutan liar (pungli) digalakkan, ulah oknum-oknum tersebut kin pun mulai berkurang. Peluang mereka untuk memeras pengendara bersalah pun semakin sedikit. Petugas kini semakin tegas, dan tak mau damai.

Namun di balik sikap tegas polisi ini, justru juga memantik kebencian dari pelanggar. Lagi-lagi mereka menuding polisi mencari-cari alasan untuk mendapatkan uang. Saat ditilang mereka kemudian “misuh” (mengumpat) dan memaki-maki. Kemudian disebarluaskan di media sosial.

Seharusnya pengendara lalu lintas itu malu. Mereka ditilang itu karena melanggar, seharusnya malu karena masih melakukan pelanggaran, bukannya misuh. Malu jika menerobos lampu lalu lintas, malu jika melanggar rambu-rambu, dan malu jika tak memiliki SIM apalagi mengendarai sepeda motor yang tak dilengkapi STNK.

Jika setiap orang mengedepankan rasa malu ini, tentunya tingkat pelanggaran akan sangat bisa ditekan dengan drastis. Namun sayangnya rasa malu ini hanya dimiliki segelintir orang saja. Yang ada justru mereka-mereka ini sangat masa bodoh dengan aturan-aturan itu.

Yang paling sepele dan sangat vital sebenarnya yakni helm. Banyak pengendara motor yang ogah-ogahan mengenakan helm. Banyak sekali alasanya. Jika sikap masa bodoh terhadap aturan ini terus dipelihara, bukannya angka kecelakaan bisa ditekan, tapi justru akan semakin bertambah.

Kita lihat saja, di semua daerah angka kecelakaan tiap tahun selalu dan selalu meningkat. Dari sekian banyak kecelakaan, sepeda motor yang paling banyak menjadi korban. Kondisi ini seharusnya menjadi cambuk untuk meningkatkan kesadaran berlalu lintas dan menerapkan prinsip-prinsip safety riding.

Jika rasa malu dan kesadaran untuk tertib berlalu lintas ini bisa meningkat, maka polisi-polisi juga tak bakal melakukan penilangan. Tugas mereka juga akan menjadi sangat ringan, sehingga pelayanan kepada masyarakat akan semakin ditingkatkan.

Jadi sudah tidak saatnya lagi kita misuh, marah dan nggrundel jika kena tilang. Sudah sepatutnya kita malu, karena kita melakukan pelanggaran. Selain itu, Pak Polisi juga mohon jangan mencari-cari kesalahan dan hentikan memalak pengendara, sehingga nama baik intitusi kepolisian akan sangat harum. (*)

Ruangan komen telah ditutup.