Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Roifhatul, Siswi Juara Catur Porsema Kudus yang Bikin Kamu Terkagum dengan Kemampuannya

Sang juara lomba catur pada Porsema Kudus, Roifhatul Amaliyah (16), siswi kelas X, MA NU Al-Hidayah, Desa Getassrabi, Kecamatan Gebog. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Satu dari sekian banyak perlombaan yang ditampilkan dalam ajang Porsema tahun ini, adalah lomba catur. Pada lomba catur tersebut, dimenangkan oleh Roifhatul Amaliyah (16), siswi yang baru duduk di kelas X.

Siswa MA NU Al-Hidayah, Desa Getassrabi, Kecamatan Gebog itu tak mampu mengungkapkan rasa harunya. Dia membeberkan rahasianya jadi juara. Yakni menanamkan dalam diri soal keyakinannya jadi juara. Tepatnya sejak dia mengikuti lomba.

“Senang sekali dapat memenangkan pertandingan itu. Ini merupakan hal yang saya inginkan selama ini, yakni dapat keluar sebagai juara,” kata Roifhatul di Kudus, kepada MuriaNewsCom, Sabtu (25/2/2017)

Kemenangan tersebut dipersembahkan untuk kedua orang tuanya, dan juga kepada madrasah. Menurutnya, selama pertandingan, dia melakoni beberapa permainan.

Dari sekian pertandingan yang dijalankan, paling berat dirasakan saat pertandingan final, melawan MA NU Mualimat Kudus. Dia mengakui kepandaian lawan dalam catur. Pada partai final, pertandingan harus diulang dari awal lagi karena hasilnya remis di pertandingan awal.

“Di pertandingan final sangat lama, bahkan awalnya remis. Tapi setelah diulang kembali, Alhamdulillah saya  akhirnya menang meskipun berat dan lama,” ujarnya.

Bagi siswi asli Getassrabi itu, menjadi juara catur juga pernah diraih sebelumnya. Bedanya, pada waktu itu skalanya tingka kecamatan. Yaitu di Kecamatan Gebog saja.  “Kalau dulu waktu MI pernah ikut lomba catur, tapi hanya tingkat kecamatan dan menang, tingkat kabupaten kalah. Lalu coba lagi saat MTs, tapi hanya masuk harapan pertama di tingkat kabupaten,” ungkap dia.

Roifhatul mengaku juga dalam memenangkan pertandingan juga melakukan ikhtiar lahir batin. Di antaranya juga diberi doa khusus oleh kiai sekolah. “Jadi selama lomba berlangsung harus terus dibaca doanya. Dan Alhamdulillah bisa menang dan sama sekali tidak mengganggu konsentrasi saya saat ikut lomba,” pungkasnya.

Menurutnya, tak hanya dari madrasah saja, doa juga diajarkan oleh pamannya. Dia juga melatih kemampuan bermain catur semenjak masih duduk di bangku MI kelas 5.

Editor : Akrom Hazami

 

Comments
Loading...