Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Desa Wisata di Jepara Diminta Buat Perdes Tentang Pariwisata

Gong Perdamaian yang terdapat di Desa Plajan, Kecamatan Pakis Aji. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Jepara – Untuk meningkatkan pengelolaan pariwisata, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jepara mengharapkan kepada desa wisata untuk membuat peraturan desa mengenai kepariwisataan.

Kabid Destinasi Pariwisata Disparbud Jepara Zamroni Listiaza mengatakan, saat ini pihak dinas mengadakan pembinaan kepada 9 desa yang sudah ditunjuk sebagai desa wisata. “Kesembilan desa itu yakni Desa Tempur, Kecamatan Keling, Desa Plajan,Kecamatan Pakis Aji, Bandengan dan Mulyoharjo Kecamatan Jepara, Petekeyan dan Teluk Awur, Kecamatan Tahunan, Desa Troso, Kecamatan Pecangaan serta Karimunjawa dan Kemojan, Kecamatan Karimunjawa,” kata Zamroni.

Menurutnya, sembilan desa itu mempunyai wisata yang menarik untuk bisa diekspos keluar. Di antaranya yakni Desa Tempur yang mempunyai wisata alam pegunungan, Desa Plajan mempunyai wisata Gong Perdamaian, akar seribu dan rumah kaca. Sedangkan Bandengan mempunyai wisata pantai, Mulyoharjo mempunyai sentra patung, Petekeyan mempunyai sentra ukir, Troso mempunyai sentra tenun kain, Karimunjawa dan Kemojan juga mempunyai wisata alamnya berupa pantai.

“Dengan adanya perdes, diharapkan bisa meningkatkan pada kelangsungan wisata. Yakni, nantinya pengelolaan dikerjakan secara bersama-sama dengan warga, kelompok sadar wisata(pokdarwis) atau elemen lainnya,” ungkapnya.

Dia menilai, selama ini, ketika wisata belum dikenal masyarakat luas, semua elemen masyarakat harus bisa bekerja sama untuk memperkenalkannya. “Misalkan saja, ketika tempat wisata masih sepi, biasanya jarang yang memberikan support. Tetapi, ketika sudah ramai dikunjungi orang, maka banyak yang berlomba-lomba mengakui bahwa itu merupakan kerja kerasnya. Untuk itu, pihak desa harus membuat perdes. Sehingga perdes itu nantinya bisa mengikut sertakan semua elemen , untuk sama-sama memperkenalkan wista kepada dunia luar,” ucapnya.

Dia menambahkan, dari perwakilan sembilan desa wisata tersebut, juga pernah diajak untuk studi banding ke luar daerah.”Tahun lalu kita juga mengajak pengelola desa wisata studi banding, di antaranya ke Telaga Sarangan Jawa Timur dan ke Yogyakarta.Diharapkan pengelola bisa saling berkoordinasi dengan elemen yang ada,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Comments
Loading...