Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Satpol PP Pergoki Pemilik Warkop di Rembang Pekerjakan Anak di Bawah Umur

Petugas Satpol PP Rembang saat menggelar razia di salah satu warung kopi. (Humas Pemkab Rembang)

MuriaNewsCom,Rembang – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Rembang kembali menggelar razia terhadap sejumlah warung kopi di sepanjang Jalan Rembang-Blora, tepatnya di Desa Kaliombo, Kecamatan Sulang,Senin (20/2/2017) malam.

Razia tersebut, bertujuan untuk memberantas adanya peredaran minuman keras (miras) yang diduga masih ada dijajakan di warung-warung kopi. Pun demikian, razia tersebut juga untuk memantau jika ada pemilik warung kopi yang mempekerjakan anak di bawah umur.

Dari 11 warung kopi yang dirazia, petugas menemukan ada dua warung kopi yang ternyata mempekerjakan anak di bawah umur. “Kami menjumpai ada dua warung yang ternyata mempekerjakan anak di bawah umur. Terkait hal ini, pemilik warkop yang mempekerjakan anak di bawah umur diwajibkan lapor setiap hari selama seminggu ke Kantor Satpol PP. Pemilik warung juga diminta memulangkan dua pekerja tersebut terlebih dahulu,” ujar Kasi Penegak Perda Satpol PP Rembang Nurwanto.

Menurutnya, sanksi yang diberikan kepada pemilik warung tersebut, tujuannya, untuk mengontrol, apakah pemilik warung sudah memulangkan anak di bawah umur yang mereka pekerjakan atau belum.

Ditambahkan, selama operasi berlangsung, petugas tidak menemukan miras. Namun demikian, tidak adanya temuan miras merupakan perkembangan yang bagus menurutnya, karena sudah ada kesadaran pemilik warkop untuk tidak menjual miras.

Selain mencari miras dan pekerja di bawah umur,petugas Satpol juga memberikan iimbauan kepada pemilik warkop agar penyaji kopi tidak memakai pakaian yang seksi. Selanjutnya penyaji kopi diperingatkan agar tidak melakukan tindakan yang melanggar norma-norma kesusilaan.

Sementara itu, Ayu salah satu pemilik warkop yang pelayannya ikut diamankan mengakui bahwa telah melakukan kesalahan. Satu di antara dua penyaji kopinya belum memiliki KTP atau bisa dikatakan mereka mempekerjaan anak di bawah umur. “Memang susah kita mencari tenaga penyaji kopi.Tapi besok kita akan pulangkan dan kita minta agar segera mengurus KTP,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Comments
Loading...