Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Perbaikan Infrastruktur di Grobogan Tahun 2017 Dialokasikan Rp 435 Miliar, Ini Peruntukkannya

 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Grobogan Subiyono menunjukkan peta wilayah perbaikan jalan yang masih harus dikerjakan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Jumlah dana yang dialokasikan untuk perbaikan berbagai infrastruktur di Grobogan tahun ini ternyata sangat besar. Nilainya mencapai Rp 435,4 miliar lebih. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Grobogan Subiyono, Senin (20/2/2017).

Dijelaskan, dana sebesar itu, sebanyak 128,7 miliar bersumber dari dana alokasi umum (DAU). Kemudian Rp 200 miliar dari dana pinjaman pihak ketiga, Rp 39,3 miliar dari dana alokasi khusus (DAK) dan Rp 67,3 bersumber dari bantuan keuangan Provinsi Jateng.

Dana untuk perbaikan infrastruktur tersebut, sebanyak Rp 385,3 miliar dialokasikan untuk pebaikan jalan. Kemudian, untuk normalisasi sungai dan perbaikan tanggul Rp 27,7 miliar. Selanjutnya, perbaikan dan pembangunan jaringan irigasi Rp 20 miliar dan penataan kota Rp 2 miliar.

“Kita rencanakan dari dana itu digunakan untuk 363 paket pekerjaan. Paling banyak memang dialokasikan untuk perbaikan jalan. Sebab, masalah ini memang jadi skala prioritas mengingat banyak ruas jalan yang kondisinya rusak,” katanya.

Menurut Subiyono, jalan dengan status milik kabupaten panjang keseluruhan ada 890 km. Dari angka ini, jalan yang kondisinya baik baru 48 persen atau sekitar 427 km. Dengan perbaikan tahun ini, ditargetkan bisa mengurangi ruas jalan rusak sepanjang 98 km.

“Kita targetkan, pada akhir tahun nanti ruas jalan yang rusak tinggal 40 persen saja. Sisanya akan diperbaiki bertahap pada tahun anggaran berikutnya dengan menyesuaikan anggaran yang tersedia,” jelas mantan Kepala Dinas Pengairan itu.

Perbaikan jalan di Grobogan memang membutuhkan dana yang sangat besar. Sebab, wilayahnya sangat luas sehingga ruas jalan juga cukup panjang.

Selain itu, perbaikan jalan harus dilakukan dengan konstruksi beton yang membutuhkan dana sangat besar. Kondisi ini terjadi lantaran tekstur tanah di Grobogan relatif labil, tidak seperti di daerah lainnya.

“Kondisi tanah kita, angka CBR nya rendah sekali. Sehingga harus dilakukan konstruksi beton,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

Comments
Loading...