Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Biar Tak Rugi karena Banjir, Petani Undaan Percepat Panen Tanaman Padi

Petani memanen padinya di kawasan lahan sawah yang terendam banjir di Desa Undaan Lor, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Senin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Petani di Desa Undaan Lor, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, tidak ingin rugi hanya gara-gara dilanda banjir. Mereka pun menyegerakan diri memanen hasil tanaman padinya.

Sebenarnya padi memang telah memasuki masa panen, pada Januari-Februari 2017. Biasanya jika tidak banjir, mereka membiarkan tanamannya supaya hasil panen lebih bagus. Tapi karena banjir, maka mereka segera memanen, ketimbang mengalami rugi. Sejumlah lahan masih banjir hingga sekarang.

Kades Undaan Lor Edy Pranoto, mengatakan sejumlah petani di wilayahnya memang mulai memanen padinya sejak bulan lalu. “Apalagi kini padi sudah tua, sudah kuning semuanya. Jadi ya harus dipanen supaya tidak rugi.  Jika menunggu air surut, akan butuh waktu yang cukup lama,” katanya saat meninjau panen warga, Senin (20/2/2017).

Sementara untuk harga gabah sudah berangsur membaik, yaitu dengan harga Rp 270 ribu per kuintal gabah basah. Sebelumnya, harga lebih hancur, yakni di kisaran Rp 2.200 hingga Rp 2.200 saja per kuintal.

Dengan harga tersebut, petani terpaksa menjualnya, karena membutuhkan modal untuk kembali mengolah lahan.  Dia menambahkan, para penebas padi sudah untung dengan membeli gabah dengan harga tersebut. Penebas memiliki keuntungan yakni sekitar Rp 300 untuk per kilogramnya.

Adapun kini, setiap satu kuintal gabah basah bisa menghasilkan 47 kilogram beras. Atau lebih kecil dibandingkan dengan hasil gabah kering. Biasanya dari gabah kering bisa menghasilkan 57 kg beras.

Editor : Akrom Hazami

Comments
Loading...