Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Bakorwil Pati Dibubarkan, Pegawai Kontrak Kehilangan Pekerjaan

Anang, salah satu tenaga kontrak Bakorwil 1 Pati yang kehilangan pekerjaan, usai Bakorwil dibubarkan. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Tiga pegawai kontrak yang biasa bekerja di Bakorwil Pati sempat bingung karena kehilangan pekerjaan, setelah Bakorwil dibubarkan per awal Januari 2017 lalu. Mereka adalah Anang Afidya Firdaus, Suyanto dan Sumantri.

Anang sudah delapan tahun bekerja tenaga kontrak sebagai pengemudi truk tangki bantuan air bersih Bakorwil Pati,Suyanto sebagai pengemudi dan kru pemadam kebakaran, sedangkan Sumantri bekerja sebagai kru pemadam kebakaran.

“Kami sudah delapan tahun bekerja sebagai tenaga kontrak. Memang secara aturan, kami tidak berhak menuntut karena kontak hanya per tahun. Namun, setidaknya ada kejelasan dari atasan. Kami delapan tahun bekerja tanpa libur, meski Hari Raya tetap kerja dalam waktu delapan jam per hari, tapi tetap standby selama 24 jam, tetap berangkat bila ada kejadian,” ungkap Anang, Senin (20/2/2017).

Meski dikontrak sebagai tenaga pengemudi, Anang juga sering bertugas menyemprot air bila ada kebakaran. Hal itu disebabkan tidak ada kru lain, selain mereka bertiga. Pada akhir Desember 2016 lalu, Kepala Bakorwil 1 Pati Suko Mardiono memberi tahu bila Bakorwil dibubarkan.

Kendati begitu, ketiga tenaga kontrak tersebut tetap diminta untuk tetap masuk dan bekerja. Namun, sampai saat ini tidak ada kejelasan perihal status dan gaji. “Kami tidak meminta keadilan, kami cuma ingin memperjuangkan nasib perut anak dan istri. Kami sudah berusaha meminta penjelasan, tetapi dari atasan yang saat ini menempati balai-balai eks-bakorwil semuanya tidak tahu,” ucap Anang.

Karena itu, dia meminta kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk memikirkan nasibnya dan memberikan solusi yang terbaik. Dia sadar, tenaga kontrak tidak berhak menuntut. Namun, dia bersama dua rekannya, ada anak dan istri yang menanti rezeki dari keringatnya.

Editor : Kholistiono

Ruangan komen telah ditutup.