Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pistol, Wartawan, dan Arogansi Borjuis di Pementasan Teater Keset

Salah satu adegan dalam pementasan Keluarga Segitiga Teater di UMK. (MuriaNewsCom/Akrom Hazami)

MuriaNewsCom, Kudus – Agaknya Keluarga Segitiga Teater (Keset) Kudus ingin memperlihatkan realitas yang kini terjadi. Meski sebenarnya setting tahun yang digambarkan sekitar 1974.

Realitas kehidupan si kaya yang diwakilkan oleh pemeran Juragan dan potret sosial di sekitarnya kala itu. Ada Ledhek Siwuk, perempuan malam, penarik becak, hingga orang pinggiran, terpancar apa adanya. 

Kehadiran wartawan juga menjadi variasi betapa berwarnanya kehidupan masa itu. Akhudiat melalui karyanya Rumah Tak Beratap, Rumah Tak Berasap, dan Langit Sehat dan Langit Dekat, jujur menangkap potret sosial. Itu tampak melalui pentas produksi XIV di auditorium Universitas Muria Kudus (UMK), Sabtu, 18 Februari 2017, pukul 19.00 WIB.

“Dor” 

Letusan peluru dari pistol milik Juragan adalah jawaban dari persoalan yang mendera, akibat pemberitaan wartawan yang menyudutkannya. Pistol menyimbolkan pembungkaman suara agar tak berteriak lebih lantang. Solusi ala kaum berpunya menjawab ketidaksenangan dengan pemberitaan tentangnya.

Salah satu adegan dalam pementasan Keluarga Segitiga Teater di UMK. (MuriaNewsCom/Akrom Hazami)

 

Secara garis besar lakon menggambarkan Juragan kecantol Ledhek di stasiun. Namanya Siwuk. Meskipun sudah mempunyai istri dan anak, Andre. Hubungan api tercipta. Akibatnya, desas – desus itu cepat merebak. Hingga ke kalangan jalanan. Dan berujung pada tulisan wartawan. 

Pementasan itu disutradara NH. Cipo. Adapun para pemain yang terlibat adalah Jesy Segitiga, Topless Pati, MH. Hanip, Pipiek Isfianti, Desi Obeng, Evi Koin, Ira Aura, Zaki Yamani, Pak Dhe Kasmin, Kadal Al Hadi, Samsu Sarip, Kedul, Ardian Morravinata, Fadly Apotek, Wisnu DeDe, Nurus Obeng.

Di bagian musik dibawakan oleh KESETKUSTIK yang terdiri atas Diajenge Zaky, Oki Obeng, Dito Morra, Abdillah Yo Dul Ghony, Monyos Arull Rockbless, Muhammad Fabio Ayyub, Nina Pati, Kipli Apotek, dan Pinty Apotek. Bagi pecinta seni teater dan kalangan masyarakat lain, dengan menyaksikan pementasan tersebut seolah melihat sisi sosial yang berwarna. 

NH Cipo dalam diskusi usai pementasan mengatakan, konsep pementasan yang dibawa bahasa pistol dalam mengakhiri masalah Juragan murni dari teks naskah lakon yang disutradarai itu. “Kami terus menggali kreativitas. Termasuk saran dan masukan. Agar nantinya pementasan ini terus makin matang,” kata Cipo. 

Rencananya, lakon ini juga akan dipentaskan di beberapa kota usai di Kudus. Seperti di Pati, dan Temanggung.

Editor : Akrom Hazami

Comments
Loading...