Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Satu Lagi Korban Perahu Pecah di Perairan Jepara Ditemukan Dalam Kondisi Meninggal Dunia


Jenazah Jumanto saat dievakuasi dan diserahkan kepada keluarga yang berada di Desa Puncel, Kecamatan Dukuhseti, Pati, Sabtu (18/2/2017) sore. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Jepara – Satu lagi korban perahu pecah akibat diterjang ombak di Perairan Bondo, Kecamatan Kembang, Jepara ditemukan oleh tim BPBD Jepara, pada Sabtu (18/2/2017) sekitar pukul 14.00 WIB.

Korban yang ditemukan terakhir ini atas nama Jumanto (37) warga Dukuh Ngetuk, Desa Dermolo, Kecamatan Kembang, Jepara. Jumanto ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia di perairan Bulak, yakni perbatasan antara Jepara dan Pati.

Kepala BPBD Jepara Lulus Suprayitno melalui kasi kedaruratan dan Logostik Pujo Prasetyo mengatakan, usai ditemukan, korban langsung divisum dan kemudian diserahkan ke pihak keluarga. “Korban ini merupakan asli Desa Puncel, Kecamatan Dukuhseti, Pati, dan dapat istri orang Dermolo. Berhubung dekat dengan lokasi penemuan korban, maka jenazah dimakamkan di Puncel atas persetujuan keluarga,” katanya.

Sebelumnya, rekan korban atas nama Sugiyanto (45) warga Dermolo, Kecamatan Kembang, sudah ditemukan terlebih dahulu, yang juga sudah dalam kondisi meninggal dunia. Sugiyanto ditemukan oleh seorang nelayan bernama Ponco, warga Dukuh Beringin, Desa Bumiharjo, Kecamatan Keling. Korban ditemukan Kamis (16/2/2017) malam sekitar pukul 23.30 WIB.

“Korban ditemukan seorang nelayan yang sedang melaut. Kini, kami dari pihak BPBD Jepara juga telah menerjunkan puluhan personel dibantu relawan untuk melakukan pencarian. Sebab, masih ada satu lagi korban yang belum ditemukan,” katanya.

Perahu yang Ditumpangi 3 Nelayan Pecah Diterjang Ombak di Perairan Jepara, Begini Nasibnya

Untuk diketahui, peristiwa kecelakaan laut menimpa perahu yang ditumpangi tida nelayan di Perairan Bondo pada Kamis sore lalu. Ketika itu, perahu yang ditumpangi tiga nelayan atas nama Istiyono warga Tengguli, Bangsri, Sugiyanto dan Jumanto, pecah karena diterjang ombak.

Satu nelayan bernama Istiyono berhasil menyelamatkan diri dengan cara berenang menuju arah PLTU dan memanjat jeti melalui tangga dolpin bagian timur. Namun kedua nelayan lainya atas nama Sugiyanto dan Jumanto tidak bisa menyelamatkan diri. Sugiyanto ditemukan Kamis malam sekitar pukul 23.30 WIB sudah dalam keadaan tidak bernyawa, dan Jumanto ditemukan pada Sabtu siang, juga dalam kondisi sudah meninggal.

Editor : Kholistiono

Comments
Loading...