Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Tim Ahli BPSMP Sangiran Temukan Spesies Hewan Purba lagi di Banjarejo Grobogan


Bagian dari sirip ikan sejenis patin atau lele dengan nama latin Spina Pectorale Siluriformes ditemukan di Banjarejo, Gabus, Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Selain jumlah koleksinya tambah banyak, jenis hewan purba yang pernah hidup di kawasan Banjarejo, Kecamatan Gabus, Grobogan, juga makin beragam. Hal ini menyusul adanya potongan fosil hewan purba terbaru yang ditemukan tim dari Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran yang melangsungkan penelitian di Desa Banjarejo, sejak awal Februari lalu.

Potongan hewan purba ini ukurannya relatif kecil, hampir seukuran kacang tanah. Panjangnya sekitar 3 cm dan lebar 0,7 cm.  Fosil ini ditemukan dalam kotak eskavasi yang bertempat di tegalan Dermo di sebelah utara Dusun Nganggil.

Ketua Tim Penelitian BPSMP Sangiran Wahyu Widianta menyatakan, fragmen baru yang ditemukan itu diindikasikan merupakan bagian dari sirip ikan sejenis patin atau lele dengan nama latin Spina Pectorale Siluriformes. Diperkirakan jenis ikan ini dulunya hidup di perairan rawa.

“Sayang sekali, potongan yang berhasil kita temukan ukurannya sangat kecil dan jumlahnya hanya satu. Namun, ini jadi temuan penting karena sebelumnya belum ada penemuan bagian tubuh fosil ikan tersebut,” kata Wahyu.

Sebelumnya, jenis hewan purba berdasarkan fosil yang ditemukan selama ini berasal dari sekitar 12 spesies binatang. Antara lain, gajah, badak, kuda nil, penyu, banteng, kerbau, buaya, kerang, antelope, menjangan, hiu dan ikan laut.

Ahli Geologi tim Peneliti BPSMP Sangiran Suwito Nugraha menambahkan, dari analisanya, kondisi alam di kawasan Banjarejo dimungkinkan beralih dari lautan kemudian darat dan laut lagi. Dalam survei dan ekskavasi yang dilaksanakan dua tahun berturut-turut ini, fosil binatang yang ditemukan menunjukkan kondisi lingkungan yang berasal dari daratan dan tepi pantai serta laut.

Lebih lanjut dijelaskan, lapisan tanah yang ditemukan di dalam tiga kotak ekskavasi yang dibuka pada tahap penelitian berupa gamping konglomeratan. Yakni tanah dengan campuan cangkang kerang, organisme laut, pecahan batu dan lumpur karbonat. Pada temuan di kotak ekskavasi juga ditemukan lapisan tanah diduga dari laut dengan indikasi tanah berwarna biru dan tanah bau anyir. “Bisa jadi dulunya kawasan ini semula berupa lautan lalu jadi rawa dan daratan,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Comments
Loading...