Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Tak Ada Pipa Bocor, Diduga Ini Penyebab Genangan Air di Jalan Gajah Mada Purwodadi

Warga melihat ruas Jalan Gajah Mada Purwodadi yang dibongkar akibat munculnya rembesan air yang menggenangi ruas itu, Kamis. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Upaya PDAM Grobogan membongkar ruas Jalan Gajah Mada Purwodadi untuk mencari pipa bocor tidak membuahkan hasil. Setelah membongkar beberapa titik, pipa besi berukuran 12 inchi masih terlihat utuh. Tidak ada rembesan air sedikitpun dari pipa yang sudah terlihat.

“Pencarian pipa bocor sudah kita lakukan dengan membongkar ruas jalan. Tetapi, hasilnya tidak ditemukan pipa yang bocor,” ungkap Direktur PDAM Bambang Pulunggono.

Dia menjelaskan, pembongkaran jalan itu dilakukan seiring adanya masukan terkait seringnya muncul genangan air di ujung timur jalan Gajah Mada tersebut. Semula genangan itu diperkirakan sisa air hujan. Namun ketika cuaca cerah, genangan air masih muncul.

Dari kondisi itu diperkirakan genangan air berasal dari pipa bocor. Hal itu juga diperkuat dengan data banyaknya angka kehilangan air yang dimiliki.
“Dari analisa ini kemudian kita sepakati untuk membongkar jalan untuk mencari titik kebocoran pipa. Perlu diketahui, pipa ini sudah dipasang sejak lama, sekitar tahun 1975 saat awal PDAM berdiri,” katanya.

Terkait munculnya genangan air tersebut, beberapa orang menyatakan jika penyebabnya bukan dari pipa bocor. Tetapi dari saluran drainase di sepanjang jalan Gajah Mada yang mampet.

“Perkiraaan saya munculnya genangan dari air drainase di bawah trotoar yang tidak bisa mengalir lancar. Jadi, bukan dari pipa PDAM. Kalau pipanya bocor, volume airnya tidak akan sampai naik ke atas menggenangi jalan,” kata Indardi, warga setempat.

Munculnya genangan disebabkan air dari saluran drainase bisa jadi ada benarnya. Sebab, pada salah satu titik pembongkaran yang digali sedalam satu meter sempat muncul sumber air cukup deras.

Air yang keluar ini diprediksi bukan dari pipa yang bocor tetapi dari salur drainase.

Lantaran air yang keluar sangat banyak, terpaksa dibuang keluar dengan mesin sedot. Posisi keluarnya air ini masih jauh di atas pipa transmisi PDAM yang kedalamannya mencapai 2,5 meter.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Grobogan Subiyono menyatakan, setelah tidak ditemukan pipa bocor, ruas jalan yang dibongkar akan segera ditutup dan dilapisi aspal lagi. Pengembalian kondisi jalan yang dibongkar menjadi seperti semula menjadi tanggungan PDAM.

“Setelah dibongkar ternyata tidak ada kebocoran pipa. Kemungkinan genangan air berasal dari saluran drainase yang tidak lancar. Nanti, saluran akan kita tangani karena jadi kewenangan dinas PUPR,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

Comments
Loading...