Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Penemuan Fosil di Banjarejo Grobogan Melimpah, Proses Identifikasi Dilembur

Tim Ahli Purbakala Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran saat melangsungkan kegiatan penelitian di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Hasil yang didapat tim Ahli Purbakala Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran saat melangsungkan kegiatan penelitian di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus di luar prediksi. Benda purbakala yang ditemukan jumlahnya melebihi perkiraan.

Kades Banjarejo Ahmad Taufik menyatakan, selama 10 hari di Banjarejo, tim dari BPSMP Sangiran sudah berhasil menemukan hampir 500 potongan fosil. Ratusan fosil yang ditemukan itu terdiri dari berbagai ukuran. Mulai sebesar ibu jari sampai sebesar lengan orang dewasa.

“Terus terang, saya sendiri juga kaget dengan hasil yang didapat dari penelitian kali ini. Jumlahnya banyak banget,” kata Taufik, Rabu (15/2/2017).

Dibandingkan saat penelitian bulan Maret tahun 2016, jumlah fosil yang ditemukan kali ini dinilai lebih banyak. Jumlah potongan fosil yang didapat kemungkinan masih bisa bertambah lagi. Sebab, tim ahli masih terus melakukan penelitian di lapangan.

“Untuk lokasi penemuan potongan fosil tersebut berada di banyak tempat. Mulai dari pinggiran Sungai Lusi di sebelah utara Desa Banjarejo hingga di Dusun Ngrunut dan Medang. Hingga hari ini, tim ahli masih di lapangan untuk melanjutkan penelitian,” katanya.

Menurut Taufik, banyaknya benda purbakala yang ditemukan itu menyebabkan tim peneliti cukup kewalahan dan butuh waktu lembur untuk melakukan proses identifikasi. Yakni, menentukan jenis hewan dan bagian tubuh apakah potongan fosil tersebut. Misalnya, potongan tanduk, ekor, kepala, gigi, kaki atau bagian tubuh lainnya.

“Proses identifikasi ini harus spesifik dan dikasih label. Potongan fosil  dipilah-pilah berdasarkan bagian tubuh maupun jenis hewannya. Lantaran jumlahnya banyak sekali, tim identifikasi harus lembur sampai dini hari,” jelasnya.

Jenis hewan purba berdasarkan fosil yang ditemukan selama ini berasal dari sekitar 12 spesies binatang. Antara lain, gajah, badak, kuda nil, penyu, banteng, kerbau, buaya, kerang, antelope, menjangan, hiu dan hewan laut lainya.

Pelaksanaan penelitian rencananya akan berakhir Sabtu (18/2/2017) mendatang. Sebelum mengakhiri kegiatan, proses identifikasi potongan fosil yang ditemukan sudah harus rampung. Oleh sebab itu, pelaksanaan identifikasi terpaksa dilembur agar selesai sesuai tenggat waktu yang ditentukan.

Editor : Akrom Hazami

Comments
Loading...