Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Korban Banjir Perumahan Jati Kudus Geram dan Datangi Waduk Wilalung

Warga perumahan Tanjung Jati Permai, Desa Tanjungkarang, Kecamatan Jati, Kudus, berbondong bondong datang ke Waduk Wilalung, Rabu (15/2/2017) siang. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Rombongan dari perumahan Tanjung Jati Permai, Desa Tanjungkarang, Kecamatan Jati, Kudus, berbondong bondong datang ke Waduk Wilalung, Rabu (15/2/2017) siang ini. Puluhan warga datang, karena banjir yang menggenangi kampungnya tak kunjung surut.

Nunu Wibowo, Ketua RW 7 mengatakan, warga sudah menjadi korban banjir semenjak tiga pekan lalu. Banjir yang menggenangi kampungnya, dituding disebabkan oleh kelalaian petugas, saat memperbaiki pintu air di Wilalung ke Tanjung Demak beberapa waktu yang lalu. “Saat dibenahi malah jebol, akhirnya kampung kami yang jadi korban dan tenggelam banjir. Ini merupakan kelalaian dalam bekerja,” kata Nunu kepada MuriaNewsCom di lokasi.

Atas dampak itu, lokasi kampungnya mengalami genangan. Dengan genangan di kisaran hingga  1 meter. Kondisi itu juga berlangsung hingga sekarang. Karena itulah warga mengecek langsung ke Wilalung. Di Wilalung, warga melihat arus sungai yang menuju Demak sangat deras. Di sungai itu pula yang menyebabkan wilayahnya kebanjiran. Sisi lainnya di sungai arah Pati dibuntu. Warga mempertanyakan kenapa pintu tak dibuka saja biar semuanya teraliri air dengan rata.

“Yang arah pati sampai surut, kering. Padahal dengan kondisi demikian dapat dimanfaatkan untuk pembuangan air di Wilalung agar surut juga. Jadi sama-sama terisi,” ungkap dia.

Puluhan warga kemudian mendatangi penjaga Wilalung, guna meminta penanganan tersebut. Perbincangan akhirnya dilakukan antar kedua belah pihak antara warga dengan penjaga Wilalung di kantornya. “Kami juga meminta agar pintu air di lokasi banjir dapat dibuka. Beberapa jam saja guna menyurutkan air di Ranjung. Itupun belum bisa dipenuhinya,’” ungkap dia

Warga lainnya, Agung Ponco Nugroho, mengungkapkan kalau warga kompak. Apapun yang terjadi akan bersama-sama menghadapi masalah banjir. “Ada saya, warga lainnya dan juga ketua RT 4 Sudaryono dan ketua RT 5 Penainggolan yang siap membantu dan ikut aksi,” ungkap dia.

Editor : Akrom Hazami

Comments
Loading...