Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Banjir di Pati Sebabkan Perekonomian Lumpuh Sementara

958
Banjir yang merendam Desa Bumirejo, Kecamatan Juwana sejak dua minggu yang lalu belum surut hingga Selasa (14/2/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sedikitnya 45 desa yang tersebar di tujuh kecamatan di Kabupaten Pati terendam banjir hingga Selasa (14/2/2017). Tercatat, ada 3.049 rumah yang terkena banjir, 4.228 kepala keluarga (KK), dan 13.361 jiwa.

Alianto, salah seorang warga terdampak banjir asal Desa Kedungpancing mengatakan, luapan air memasuki sejumlah rumah warga sejak dua minggu yang lalu. Akibat banjir tersebut, beberapa warga sempat menganggur yang menyebabkan perekonomian lumpuh sementara.

“Perputaran ekonomi sempat lumpuh, karena warga sibuk mengurusi banjir. Kami juga kehabisan stok air bersih, sehingga terpaksa mencuci menggunakan air banjir. Saat memasak, kami menggunakan meja yang lebih tinggi dari ketinggian banjir,” ujarnya.

Sementara itu, Supriyanto, warga Desa Doropayung, Juwana mengungkapkan, desanya sudah menjadi langganan banjir setiap tahunnya. Selain berdekatan dengan Sungai Silugangga yang meluap setiap musim hujan, drainase dan resapan air sangat minim.

Karena itu, warga yang rumahnya terdampak banjir mengungsi di rumah saudara dan beberapa di antaranya mengungsi di posko pengungsian. “Ada yang mengungsi di rumah saudara, ada juga yang di tempat pengungsian. Sebab, ada beberapa rumah warga yang tempat tidurnya tenggelam karena ketinggian air,” lanjutnya.

Hal yang sama diutarakan Hartini, warga Desa Bumirejo, Juwana. Sejumlah perlengkapan rumah tangga, seperti televisi, kulkas dan mesin cuci tidak bisa digunakan untuk sementara. Namun, listrik untuk penerangan masih berjalan.

“Sebagian besar warga di sini adalah nelayan. Yang nelayan ya berangkat kerja. Yang biasanya di rumah atau kerja serabutan terpaksa berhenti kerja hingga air yang merendam rumah warga surut,” tandas Hartini.

Editor : Kholistiono

Ruangan komen telah ditutup.