Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

2 Madrasah Aliyah di Tawangharjo Grobogan Salurkan Bantuan ke Korban Kebakaran

Kades Godan Suwardi mengucapkan terima kasih pada anggota Pramuka Peduli yang menyalurkan bantuan bagi warganya yang jadi korban kebakaran. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Selain dari Pramuka Peduli Kwarran Tawanghajo, penyaluran bantuan untuk korban kebakaran di Dusun Godan Timur, Desa Godan, juga dilakukan dua sekolah Madrasah Aliyah (MA). Yakni, MA Nuril Huda dan Sunniyyah Selo.

Penyerahan bantuan dari dua MA dilakukan bersamaan dengan kegiatan yang dilangsungkan Pramuka Peduli. Selain itu, bantuan berikutnya juga akan disalurkan pada Sutik selaku korban bencana. Bentuk bantuan akan diwujudkan dalam bentuk rumah sederhana.

Kades Godan Suwardi menyatakan, terkait musibah yang menimpa Sutik, pihaknya sudah melakukan penggalangan dana sukarela pada masyarakat. Dari penggalangan dana terkumpul uang sekitar Rp 12 juta.

“Dana yang terkumpul kita belikan rumah kayu sederhana. Rencananya, besok hari Minggu tanggal 18 Februari rumah yang kita beli akan didirikan di sini. Nanti, masyarakat akan gotong royong,” kata Suwardi saat mendampingi penyerahan bantuan dari Kwarran Tawangharjo dan dua sekolahan MA di rumah Sutik, Selasa (14/2/2017).

Menurut Suwardi, rumah yang ditempati Sutik dan keluarganya saat ini memang masih bersifat darurat. Bahan-bahannya didapat dari sisa bangunan rumahnya yang terbakar beberapa hari lalu. “Bangunan sementara ini kita dirikan darurat sekadar untuk tempat berteduh pemilik rumah dan keluarganya. Nanti akan kita bongkar dan diganti rumah baru yang lebih permanen dan layak,” jelasnya.

Seperti diberitakan, peristiwa kebakaran yang menimpa Sutik (45), terjadi pada Selasa (7/2/2017) malam. Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 21.30 WIB itu menyebabkan rumah milik Sutik ludes terbakar beserta barang berharga yang ada di dalamnya. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah tersebut. Beberapa jam sebelum kejadian, aliran listrik di desa itu padam usai turun hujan. Lantaran gelap, pemilik rumah kemudian menyalakan beberapa batang lilin untuk penerangan.

Tidak lama kemudian, Sutik mendapat kabar kalau neneknya yang tinggal di Desa Tarub sakit. Mendengar kabar ini, Sutik dan anggota keluarganya kemudian bergegas meluncur kesana untuk menengok kondisi neneknya. Tidak lama setelah pemilik rumah pergi, terjadilah peristiwa kebakaran tersebut. Kebakaran itu baru diketahui warga sekitar ketika nyala api sudah membesar. Adanya kebakaran ini menyebabkan puluhan warga setempat segera berhamburan keluar rumah dan berupaya memadamkan api.

Namun, upaya ini terkendala cuaca gelap akibat padamnya listrik. Terbatasnya penerangan yang mengandalkan nyala senter dan lampu handphone menyebabkan warga kesulitan mencari air.

Editor : Akrom Hazami

Comments
Loading...