Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

“Petani Tak Usah Takut, Gudang Sekarang Tidak Menyeramkan”

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Blora – Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Reni Miharti menyampaikan bahwa saat ini luas tanam diawasi langsung oleh Kementrian Pertanian lewat satelit. Oleh karena itu Gapoktan harus segera melapor ke Dinas Pertanian apabila mulai menanam padi dan nantinya akan dilaporkan ke Kementrian secepat mungkin.

“Diharapkan saat ini Poktan dan Gapoktan memiliki persediaan gabah segera transaksi dengan Bulog segera terjadi,” ujar Reni.

Di tahun 2017 ditargetkan serapan gabah di Kabupaten Blora sebesar 21 ton dan realisasi yang diminta Bupati Blora minimal harus 25 ton. Oleh karena itu Kepala Gudang Blora Suismuntoyo menyampaikan bahwa persediaan beras maupun gabah yang ada di gudang Blora telah dijual ke Medan, Kalimantan Tengah maupun daerah lainnya untuk mengosongkan gudang khusus untuk serapan gabah tahun 2017.

Juga menyampaikan bahwa Gapoktan yang memiliki mesin penggilingan dapat didaftarkan ke Bulog Pati yang nantinya dapat diberikan lisensi oleh Dinas Pertanian untuk menjadi mitra Bulog. Kelompok tani kecil juga diharapkan menjual gabahnya langsung ke gudang Bulog yang ada. Nantinya uang hasil penjualan gabah dapat langsung dicairkan ke kantor Bank BRI terdekat setelah mendapatkan SPP.

Dengan menjual langsung ke gudang, petani dapat mengetahui secara langsung kualitas gabah yang dimiliki, hal ini dikarenakan terdapat mini laboratorium di gudang. Petani juga mendapat bimbingan dari Bulog agar gabah yang dihasilkan dapat mencapai kualitas dengan harga jual tertinggi yaitu Rp 3.700/kg.

“Petani tidak usah takut ke gudang, gudang sekarang tidak menyeramkan, gudang Bulog Blora mendapat peringkat 1 penataan taman se-Indonesia, jadi tidak usah takut, disana juga ada minilab jadi petani bisa tau bagaimana gabah yang bagus,” ujarnya.

Bupati Blora Djoko Nugroho meminta kepada petani untuk menjual gabahnya hanya ke Bulog . Dengan begitu harga jual gabah dapat tetap tinggi. Tujuannya biar petani tetap bisa untung pada harga jualnya.

Saat ini harga beli gabah dari Bulog ke mitra sebesar Rp 3.700/kilogram (kg), sedangkan harga beli gabah dari mitra ke petani atau Poktan hanya sebesar Rp 2.500 / kg. “Dengan menjual gabah langsung ke Bulog diharapkan dapat menekan selisihnya harga beli dari bulog dan mitra sebesar Rp 1.200,” kata Djoko.

Djoko juga berpesan kepada poktan maupun gapoktan untuk memanfaatkan sarjana yang ada di desa dalam menyusun administrasi. Khususnya seperti kontrak jual beli gabah ke Bulog. Dengan begitu maka sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat.

“Saat ini kita dibantu oleh Pak Menteri Pertanian, maka kita juga harus meningkatkan serapan gabah di Blora, tapi kalian juga harus bisa dipercaya dan jangan bohong dengan kualitas gabah yang dijual ke Bulog harus sesuai ketentuan,” pesannya.

Editor : Akrom Hazami

Comments
Loading...