Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Masa Tenang, APK Paslon Pilkada Jepara Dicopot Paksa

PPL Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, mencopot APK saat masa tenang pilkada, yang akan berlangsung dari Minggu-Selasa (12-14/2/2017) mendatang, Minggu (12/2/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Jepara – Jajaran Panwas Kabupaten Jepara mencopot paksa alat peraga kampanye (APK) bergambar pasangan calon (paslon) peserta Pilkada Jepara 2017, Minggu (12/2/2017).

Langkah ini dilakukan karena memasuki masa tenang, maka dilarang ada aktivitas kampanye dalam bentuk apapun. Pilkada Jepara 2017 sendiri diikuti dua paslon. Yakni paslon nomor urut satu, Subroto – Nur Yahman (Sulaiman) dan paslon nomor urut dua, Ahmad Marzuqi – Dian Kristiandi (Madani).

Masa kampanye paslon peserta pilkada dimulai sejak tanggal 28 Oktober 2016 dan berakhir 11 Februari 2017 kemarin. Sedangkan masa tenang mulai Minggu hingg Selasa (12-14/2/2017).

Pencopotan APK bergambar paslon ini dilakukan serentak di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Jepara, sejak Minggu (12/2/2017) dini hari. Berbagai APK dalam berbagai bentuk dan ukuran baik bergambar paslon Sulaiman maupun Madani diturunkan. Ada yang berbentuk baliho, spanduk, rontek, pamflet, termasuk stiker ukuran besar yang ditempel di kaca angkutan umum yang ada di Kota Ukir.

”Meski kondisinya hujan, tapi rekan-rekan di lapangan tetap komitmen menegakkan aturan. Di masa tenang ini, seluruh APK harus diturunkan,” kata Komisioner Panwascam Mayong Edy, Minggu (12/2/2017).

Hujan yang terus mengguyur sejak dini hari, cukup menyulitkan proses pencopotan APK. Tak hanya itu. Titik pemasangan APK juga banyak yang sulit dijangkau. Seperti baliho besar yang dipasang dengan ketinggian lebih dari 5 meter. Atau pamflet yang ditempel dengan lem di tembok.

Ada juga APK yang dipasang atau dipaku di pepohonan seperti di tepian hutan sepanjang jalan raya Keling-Kembang. ”Kita harus menggunakan tang dan alat lain untuk mencabut paku dan APK yang ditancapkan di pohon,” ujar Komisioner Panwascam Kembang Eny Widarti.

Sedangkan APK berupa stiker yang ditempel di kaca angkutan umum, juga disasar panwas. Angkutan umum yang sedang mangkal di pasar atau terminal didatangi. Lalu setelah berkomunikasi dengan sopir angkutan umum, panwas mencopoti satu persatu stiker tersebut. ”Target kita pencopotan ini sudah rampung dalam satu hari ini,” tandas Komisioner Panwascam Jepara Kota Solekan.

Editor: Merie

Comments
Loading...