Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Kontras Turun ke Pati untuk Dukung Kotak Kosong

Koordinator Kontras Haris Azhar (kanan) saat dimintai keterangan awak media terkait kedatangannya di posko pemenangan kotak kosong Pati, Sabtu (11/2/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Haris Azhar turun ke Kabupaten Pati dan menyambangi posko pemenangan kotak kosong, Sabtu (11/2/2017). Di sana, ia disambut relawan kotak kosong, termasuk Wakil Bupati Pati Budiyono.

Haris mengatakan, Mabes Polri sudah menyatakan bahwa tingkat kerawanan pilkada di Indonesia, salah satunya ada di Pati. Menurut Haris, hal itu disebabkan adanya masyarakat yang resah karena di Pati hanya ada satu calon tunggal.

“Masyarakat resah kenapa calonnya hanya ada satu? Kenapa hanya ada petahana? Ini juga kontribusinya para partai politik yang tidak menciptakan ruang kompetisi yang fair dalam pertarungan demokrasi. Seolah-olah ada pemilu, tapi hanya mendukung satu, yaitu petahana,” ujar Haris.

Dia juga menilai, parpol hanya mendukung satu praktik otoritarianisme di Pati. Bila kondisi tersebut terus dibiarkan, kata Haris, akan menjadi bencana bagi masyarakat Pati. Karenanya, dia memberikan apresiasi dengan bangkit melawannya masyarakat dalam Pilkada Pati.

“Saya memberikan dukungan masyarakat untuk pergi ke tempat pemungutan suara (TPS) dalam rangka melawan otoritarianisme lokal. Kotak kosong perlu didukung masyarakat. Sebagai advokat, saya akan mendampingi tim kotak kosong bila ada temuan-temuan pelanggaran atau kejahatan-kejahatan politik,” ucap Haris.

Sementara itu, Juru Bicara Timses Haryanto-Saiful Arifin, Joni Kurnianto mengatakan, apa yang dilakukan parpol memberikan dukungan kepada paslon Haryanto-Arifin sudah sesuai dengan aturan. Semua parpol diakui sudah mendukung melalui mekanisme yang ada.

Bahkan, saat itu KPU sudah memberikan peluang perpanjangan waktu bila ada kandidat lain yang ingin maju untuk mencalonkan diri sebagai Cabup dan Cawabup Pati. Namun, hingga massa perpanjangan berakhir, tidak ada kandidat lain yang maju. Juga tidak ada parpol yang mencabut dukungannya.

“Kondisi paslon tunggal ini harus kita hargai bersama, jangan dilecehkan seolah paslon tunggal itu orang bersalah, orang jahat, bukan. Kesan-kesan itu mesti dihilangkan, karena munculnya paslon tunggal ini resmi dan legal, sudah sesuai aturan,” tutur Joni.

Joni justru menyebut Haryanto punya kualitas, sehingga tidak ada kandidat lain yang maju. Hal itu didasarkan pada survei internal partai yang menunjukkan kredibilitas, kapabilitas, dan elektabilitas Haryanto. Survei itulah yang dijadikan dasar bagi parpol untuk memberikan rekomendasi kepada Haryanto dan Saiful Arifin.

Editor : Kholistiono

Comments
Loading...