Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Nenek-nenek Korban Banjir di Jati Wetan Kudus Sering Garuk-garuk dan Mencret

Petugas kesehatan dari Puskesmas Jati bersiaga di posko pengungsian banjir Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Bencana banjir tak hanya membuat repot warga yang rumahnya terkena dampak, tapi juga membawa penyakit. Kini korban banjir di Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kudus, sudah mulai diserang berbagai macam penyakit.

Rata-rata penyakit yang diderita korban banjir ini adalah penyakit kulit dan diare. Penyakit ini sudah mulai menyerang sejak beberapa hari terakhir.

“Kebanyakan memang gatal-gatal. Meskipun ada pula yang sudah terserang diare. Rata-rata mereka yang terserang sudah berusia lanjut, sehingga daya tahan sudah menurun,” kata Ika Nirwanasari, tim medis dari Puskesmas Jati kepada MuriaNewsCom, Sabtu (11/2/2017).

Menurut dia, puskesmas menurunkan petugas kesehatan yang selalu standby di posko pengungsian Jati Wetan. Lokasi pengungsian berada di balai desa setempat.

“Berbagai obat sudah disiapkan Puskesmas Jati kepada korban banjir. Obat yang disiapkan seperti salep, obat diare serta obat-obatan lainnya, yang dibutuhkan oleh para pengungsi,” ujarnya. 

Suripah (65) Warga Dukuh Tanggulangin, Kecamatan Jati, merupakan satu dari sekian banyak pengungsi yang terserang diare dan gatal-gatal. Dia mengeluhkan penyakit tersebut sekitar dua hari lalu kepada keluarganya. “Rasanya gatal semua badan ini, selain itu perut juga rasanya tidak enak yang katanya terkena diare,” ucapnya.

Untuk itulah dia bersama dengan keluarga memilih datang ke tempat yang aman di pengungsian. Sebab, di pengungsian tersebut selain aman, ada pula petugas yang merawat dan juga memeriksa kesehatannya.

“Sekarang sudah mendingan, sudah ada salep dan juga obat-obatan dari petugas yang diberikan kepada saya kemarin,” akunya.

Editor : Ali Muntoha

Comments
Loading...