Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

38 Persen Industri Garam di Pati Tidak Memenuhi Standar

Tim Pengawas Produksi Garam Konsumsi Beryodium Jawa Tengah mengecek produksi garam di salah satu IKM di Desa Tlogoharum, Wedarijaksa, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sebanyak 38 persen pelaku industri kecil menengah (IKM) garam di Kabupaten Pati tidak memenuhi kategori standar. Dari 95 IKM, 36 IKM di antaranya masuk kategori tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan pemerintah.

Padahal, peringatan kepada IKM garam untuk selalu memenuhi standar pemerintah sudah diperingatkan berkali-kali. Kendati sanksi sudah pernah dilakukan tahun lalu, tetapi sejumlah pelaku IKM masih saja tidak jera.

Di Desa Tlogoharum, Kecamatan Wedarijaksa, misalnya. Petugas dari Tim Penanggulangan Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY) Pati menemukan IKM garam yang izinnya sudah kedaluwarsa. Sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI) yang mestinya diperpanjang, masa berlakunya habis.

Tak hanya itu, Tim GAKY menemukan adanya proses produksi garam yang tidak memenuhi standar operasional prosedur (SOP). Salah satunya, pemberian zat yodium yang masih di bawah standar dan standar pencucian garam yang tak sesuai SOP.

“Sesuai dengan standar yang ditetapkan pemerintah melalui SNI, garam yang dijual untuk dikonsumsi masyarakat paling sedikit 30 ppm. Dari hasil uji laboratorium yang dilakukan BPOM Semarang, kadar yodium garam briket dari IKM tersebut masih di bawah 30 ppm,” ujar Anggota Tim Pengawas Produksi Garam Konsumsi Beryodium Jawa Tengah Nurhayati.

Menurutnya, produksi garam yang tidak sesuai standar akan berdampak pada banyak hal. Dari aspek kesehatan, garam tidak terstandar akan berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat yang mengonsumsinya, terutama anak-anak dalam masa pertumbuhan.

Dari aspek ekonomi dan bisnis, harga garam tak terstandar yang lebih murah dapat merusak harga garam di pasaran. Akibatnya, ada unsur persaingan produk garam yang tidak fair, sehingga bisa memengaruhi konsistensi produsen garam terstandar. Karena itu, Tim GAKY Pati akan terus melakukan pemantauan agar semua produsen garam di Pati bisa taat pada aturan yang ditetapkan pemerintah.

Editor : Kholistiono

Comments
Loading...