Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ada Pengiring Jenazah Hanyut saat Seberangkan Keranda, Bupati Grobogan Ditelepon Gubernur

Warga saat hendak menyeberangkan keranda berisi jenazah sebelum akhirnya ada pengiring yang hanyut di Sungai Lusi Desa Tanjungsari, Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)
Warga saat hendak menyeberangkan keranda berisi jenazah sebelum akhirnya ada pengiring yang hanyut di Sungai Lusi Desa Tanjungsari, Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Berita adanya orang hanyut saat mengiring jenazah menuju pemakaman dengan menyeberangi Sungai Lusi di Dusun Ndoro, Desa Tanjungsari, Kecamatan Kradenan, mendapat perhatian Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Bahkan, Ganjar langsung mengontak Bupati Grobogan Sri Sumarni untuk menanyakan masalah tersebut. Ganjar juga meminta Sri Sumarni segera melakukan langkah penanganan agar tidak proses pemakaman dengan menyeberangi sungai tidak terjadi lagi.

“Iya, tadi saya dihubungi Pak Ganjar mengenai berita orang hanyut saat mengiring jenazah menuju pemakaman dengan menyeberangi sungai. Terus terang, saya juga kaget, kok ada proses pemakaman seperti itu. Melihat foto proses pemakaman itu, saya merasa terenyuh sekali,” katanya, usai menghadiri sarasehan Hari Pers Nasional di pendapa kabupaten, Kamis (9/2/2017).

Dia meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Grobogan untuk menerjunkan tim guna menyurvei lokasi orang hanyut tersebut. Tim diminta menginventarisasi data dan informasi terkait lokasi yang tepat untuk dibuatkan jembatan gantung.

“Begitu dapat berita, Dinas PUPR sudah saya perintahkan untuk bikin tim dan turun ke lokasi. Nanti, akan kita rencanakan bikin jembatan gantung di sana. Fungsi jembatan ini untuk pejalan kaki dan sepeda motor. Panjang jembatan untuk melintasi Sungai Lusi ini bisa sampai 90 meter panjangnya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Grobogan Subiyono mengatakan, keberadaan jembatan gantung memang sangat dibutuhkan masyarakat. Sebab, Sungai Lusi yang berhulu di Bojonegoro itu membelah sebagian wilayah Grobogan menjadi dua sisi.

“Keberadaan jembatan memang sangat dibutuhkan untuk akses warga di kedua sisi sungai. Kami akan menginventarisasi daerah yang urgen dan membutuhkan jembatan gantung. Untuk saat ini yang masuk prioritas utama ada di Tanjungsari,” ungkapnya,

Subiyono mengakui, persoalan orang hanyut karena tidak adanya akses jembatan memang menjadi perhatian Pemprov Jateng. Pihaknya didorong untuk membuat usulan pendanaan jembatan gantung ke kementrian PUPR. Pemkab, hanya dimintai menyediakan tanah tapak untuk membuat fondasi jembatan.

Editor : Akrom Hazami

Detik-Detik Mengerikan Korban Tenggelam saat Ikut Seberangkan Keranda di Sungai Lusi Grobogan

Comments
Loading...