Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Saat Sekdin Disdukcapil Kudus Ikut-ikutan Bertanya ke Presiden soal yang Satu Ini

1.433

 

Sekretaris Disdukcapil Kudus Putut Winarno memantau langsung proses perekaman yang dilakukan terhadap warga yang wajib KTP elektronik, di berbagai desa di wilayah ini. (ISTIMEWA)
Sekretaris Disdukcapil Kudus Putut Winarno memantau langsung proses perekaman yang dilakukan terhadap warga yang wajib KTP elektronik, di berbagai desa di wilayah ini.
(ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Keluh kesah Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kepada Presiden RI dan kapolri, memang mendadak menjadi meme di masyarakat akhir-akhir ini. Bahkan, euforianya sampai ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kudus.

Sekretaris Disdukcapil Putut ”Win” Winarno dalam akun media sosialnya di Facebook, sempat menuliskan status sebagai berikut. Yakni ”Saya bertanya kepada Bapak Presiden dan Kapolri, apakah blanko KTP EL tidak bisa dipercepat dikirim ke daerah?. #effectbanyakpertanyaanwarga”. Status itu ditulis pada Rabu (8/2/2017), sekitar pukul 15.00 WIB.

Win yang dikonfirmasi mengatakan, pihaknya memang membuat status seperti itu, karena memang banyak sekali warga Kabupaten Kudus, yang menanyakan kapan KTP elektronik mereka jadi. ”Setiap kali kita melakukan proses jemput bola untuk perekaman KTP elektronik, selalu saja ditanya soal ini. Banyak warga yang bertanya-tanya kenapa KTP mereka itu belum jadi-jadi. Padahal ada yang sudah membuat lama,” terangnya kepada MuriaNewsCom, Rabu (8/2/2017).

Menurut Win, hingga saat ini, penduduk Kudus yang sudah melakukan perekaman KTP elektronik adalah sebesar 592.005 atau 98,40%. Sedangkan yang belum melakukan perekaman jumlahnya 9.641 atau 1,60%. Jumlah penduduk Kabupaten Kudus sendiri adalah 808.008 jiwa, dengan jumlah wajib KTP elektronik sebanyak 601.696 jiwa. ”Nah, dari data itu, yang sudah melakukan perekaman tetapi belum mendapatkan fisik KTP elektronik adalah sebanyak 19.437 orang, dari jumlah wajib KTP elektronik,” paparnya.

Mereka yang belum mendapatkan fisik KTP elektronik itu, menurut Win, dikarenakan blangkonya belum tersedia. ”Ini merupakan hak dan kewenangan dari pemerintah pusat. Makanya, kami hanya bisa menunggu, kapan blangkonya dikirimkan. Itu juga sudah kita jelaskan kepada masyarakat yang bertanya,” tegasnya.

Namun, ditambahkan Win, pihaknya terus melakukan upaya penyelesaian perekaman kepada mereka yang wajib KTP elektronik. Caranya adalah dengan melakukan jemput bole ke desa-desa, di mana warganya ada yang belum melakukan perekaman.

”Ini juga sebagai bentuk pelayanan kami kepada masyarakat. Supaya semuanya bisa terekam. Biar mereka yang belum bisa datang ke kantor, bisa terlayani dengan unit pelayanan keliling kami ini. Yang jelas, kita akan selesaikan semuanya,” imbuhnya.

Editor: Akrom Hazami

Ruangan komen telah ditutup.